Polri Prediksi Pergerakan Natal dan Tahun Baru 2026 Naik 8,83 Juta Orang

2026-01-12 08:07:29
Polri Prediksi Pergerakan Natal dan Tahun Baru 2026 Naik 8,83 Juta Orang
JAKARTA, - Polri memprediksi jumlah pergerakan masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 meningkat sekitar 8,83 juta orang atau naik 7,9 persen dibandingkan tahun lalu."Dari hasil survei yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan terkait potensi pergerakan masyarakat pada Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, diprediksi bahwa terjadi peningkatan 8,83 juta orang atau 7,9 persen pada tahun 2025 ini," kata Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin ."Jumlah masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru diperkirakan sekitar 119,5 juta orang. Yang mengalami peningkatan dua kali lipat bila dibandingkan tahun yang lalu," tambahnya.Baca juga: Strategi Polisi Atur Padatnya Lalin ke Pelabuhan Merak Saat Nataru NantiMenurut dia, lonjakan pergerakan masyarakat tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk memperkuat kesiapan pengamanan dan pelayanan selama periode libur akhir tahun.Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik diprediksi pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.Untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan menggelar Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026."Dengan pelibatan personel (untuk Operasi Lilin), ada 146.701 personel. Ini adalah personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri, kemudian 13.775 dari personel TNI, dan sisanya 55.289 adalah personel dari gabungan stakeholder terkait lainnya," jelas Dedi.Baca juga: Kapolri dan Menhub Bahas Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026Selain itu, Polri menyiapkan 2.903 pos pengamanan yang terdiri dari 1.807 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu.Ribuan pos tersebut akan mengamankan 44.226 obyek, mulai dari gereja, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga obyek wisata dan lokasi perayaan Tahun Baru.Dedi menambahkan, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus untuk mengurai kepadatan lalu lintas.Antara lain diskon tarif angkutan laut dan penyeberangan, diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, serta diskon tiket pesawat sebesar 13 hingga 44 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.


(prf/ega)