Cara Membuat Bumbu Urap Kelapa, Ini Tips Agar Tak Cepat Basi

2026-01-15 18:53:57
Cara Membuat Bumbu Urap Kelapa, Ini Tips Agar Tak Cepat Basi
- Urap menjadi salah satu lauk pendamping yang populer karena rasanya segar, gurih, dan cocok dipadukan berbagai jenis sayur.Hidangan ini terdiri atas sayuran rebus yang dicampur parutan kelapa berbumbu.Bumbu urap memiliki cita rasa khas yang berasal dari perpaduan rempah, kelapa, dan sedikit sentuhan pedas.Banyak orang menyukai hidangan ini, namun ragu membuatnya dalam jumlah banyak karena khawatir cepat basi dan berubah rasa.Jika biasanya bumbu urap dikukus, cobalah untuk membuat dengan cara disangrai. Ternyata, teknik ini juga menjadi salah satu trik agar urap kelapa tak mudah basi.Nah, lebih lengkapnya, berikut resep bumbu urap dalam Buku “27 Set Menu Lengkap Hits di Instagram untuk Hari Istimewa dan Sehari-hari” (2022) karya Lilik Indrayani terbitan Gramedia Pustaka Utama.Baca juga: Resep Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi, Gurih dan Bumbu MeresapBaca juga: Resep Sate Kambing Empuk dan Tidak Bau, Marinasi Pakai Bumbu Ini!Catat takaran bahan untuk membuat bumbu urap:Baca juga: Cara Bikin Bumbu Soto Ayam Bening Simpel, Awet hingga 1 BulanBaca juga: Resep Capcay Kuah Ala Restoran, Bumbu Meresap dan Kental GurihBerikut cara membuat bumbu urap dari bahan-bahan yang sudah disiapkan:Bumbu urap sudah siap dan dapat dicampur dengan sayuran yang sudah direbus. Ingat, campur dengan rebusan sayuran yang sudah dingin untuk menghindari urap sayur cepat basi.Baca juga: Cara Bikin Bumbu Bacem Tanpa Kecap dan Air Kelapa, Tetap Gurih


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 17:37