JAKARTA, - Pemerintah meluncurkan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global".Buku yang disusun dalam 10 jilid tersebut diluncurkan sebagai salah satu rujukan sejarah nasional memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.Buku ini merangkum perjalanan panjang Indonesia sejak masa prasejarah hingga era reformasi.Jilid pertama membahas Akar Peradaban Nusantara, termasuk di dalamnya kisah Java Man atau Homo erectus yang fosilnya sempat dibawa ke Belanda sejak 135 tahun lalu dan kini dikembalikan ke Indonesia.Jilid berikutnya mengulas Nusantara dalam jaringan global, interaksi dengan India, Tiongkok, Persia, hingga perjumpaan awal dengan Barat.Narasi berlanjut ke pembentukan negara kolonial, pergerakan kebangsaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, konsolidasi negara bangsa, masa Orde Baru, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi pasca-1998.Baca juga: Fadli Zon Akui Buku Sejarah Indonesia Tak Sempurna“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid kalau mau ditulis secara lengkap. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya di acara peluncuran buku, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu .Fadli menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan publik dalam penyusunan.Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan bahwa penulisan sejarah merupakan proses yang tidak pernah final.Karena itu, pemerintah tidak menutup ruang dialog, termasuk terhadap pandangan kritis yang muncul di tengah masyarakat.“Dan 10 jilid yang telah dihasilkan oleh para penulis, para sejarawan kita, tentu tidaklah sempurna. Kenapa saya katakan tidak sempurna? Karena pasti tidak akan mencakup secara keseluruhan," kata Fadli Baca juga: Fadli Zon Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Sejarawan saat Tulis Buku Sejarah IndonesiaFadli menegaskan bahwa buku sejarah tersebut bukan narasi tunggal yang mematikan diskursus.Sebaliknya, buku itu diharapkan menjadi salah satu rujukan yang dapat diperdebatkan, dikritisi, dan disempurnakan."Dan kita harapkan nanti ada masukan-masukan lain yang saya kira tentu niatnya sangat terbuka," tegas Fadli.Diakui Fadli, proses penyusunan buku sejarah ini sebelumnya juga menuai polemik.
(prf/ega)
Peluncuran Buku Sejarah Indonesia di Tengah Pro Kontra, Pemerintah Klaim Tak Intervensi
2026-01-12 12:22:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:32
| 2026-01-12 12:25
| 2026-01-12 12:23
| 2026-01-12 12:04
| 2026-01-12 10:58










































