Wisatawan Keluhkan Asap Sate di Malioboro, Satpol PP Kota Yogyakarta Minta Lapor ke Pos Nataru

2026-01-12 03:42:23
Wisatawan Keluhkan Asap Sate di Malioboro, Satpol PP Kota Yogyakarta Minta Lapor ke Pos Nataru
YOGYAKARTA, - Viral di media sosial wisatawan yang berkunjung ke kawasan Jalan Malioboro mengeluh karena asap sate yang berlebih.Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial Instagram."Permisi min mau curhat sedikit saya udah beberapa hari di daerah Malioboro dan tadi saya berbelanja di salah satu toko di Malioboro tepatnya di depan masjid depan Kantor DPRD DIY gang Sosrowijayan, saya berbelanja di toko tersebut panas banget ditambah asap tukang sate yang tak beraturan dan saya kasihan sama karyawan dan yang punya toko karna beberapa tak jadi berbelanja karna asap sate tersebut bahkan ada karyawan sampe sakit mata bahkan menangis karna asap sate tersebut," demikian keterangan yang diunggah di Instagram oleh salah satu wisatawan.Baca juga: Wisatawan Datangi Malioboro Tembus 100.000 Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi BesokMenanggapi keluhan ini, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat mengatakan, pihaknya beberapa kali telah melakukan patroli dan telah melakukan tindakan tipiring kepada penjual sate yang berjualan.“Dulu pernah melakukan tipiring, berulang kali kita melakukan penyitaan,” ujar Octo saat dihubungi, Minggu .Ia menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan koordinasi dengan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta untuk lebih memperketat kawasan Malioboro.“Ini kan kami gabungan di Malioboro sudah rutin patroli cuma kan mereka kucing-kucingan. Kita lewat mereka ngilang, kalau kita enggak di situ muncul di tempat lain,” ujar dia.Para pedagang sate keliling ini, kata dia, berpindah-pindah saat berjualan.Baca juga: Meski Kondisi Padat, Wisatawan Tetap Bisa Menikmati Malioboro YogyakartaPada waktu Satpol PP Kota Yogyakarta mendapatkan laporan penjual sate berjualan di Pasar Kembang dan ditindaklanjuti, para pedagang sudah tak lagi berjualan di Pasar Kembang dan sudah pindah ke Jalan Suryatmajan.“Mereka itu muter-muter,” katanya.Octo menyampaikan, jika wisatawan ada keluhan terkait pedagang sate atau pedagang apa pun, wisatawan dapat melapor ke pos-pos jaga yang sudah disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta.“Di tiap tempat kan ada teman-teman UPT yang stand by menggunakan seragam khusus di beberapa pos, sebenarnya pengunjung bisa langsung melaporkan, enggak harus diviralkan ke media sosial,” ujar dia.“Ada pos-posnya termasuk ada pos Satpol PP yang ada di depan Hotel Mutiara,” kata dia.


(prf/ega)