Sate Karak Legendaris Bu Elis: Jejak Rasa 3 Generasi di Gang Ampel Lonceng Surabaya

2026-01-11 22:01:59
Sate Karak Legendaris Bu Elis: Jejak Rasa 3 Generasi di Gang Ampel Lonceng Surabaya
SURABAYA, - Sore itu, di mulut Gang Ampel Lonceng Surabaya, asap tipis bersumber dari arang hitam yang dibakar hingga mengepul, membawa aroma gurih yang khas, menggoda siapa pun yang lewat.Tepat di bawah gapura berwarna hijau mencolok, di Jalan Ampel Lonceng No.60, Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, berdiri sebuah gerobak sederhana dengan deretan tusukan sate yang sedang dibakar.Di balik gerobak bertuliskan "Sate Karak Khas Ampel", tangan seorang sosok perempuan paruh baya tampak lincah melayani pembeli dengan senyum ramah. Dia adalah Elisawati, atau akrab disapa Bu Elis (54).Tak jarang, Bu Elis menyapa dengan bahasa yang berbeda, kadang Jawa, kadang Madura, kadang pula bahasa Indonesia, semua tergantung siapa yang datang. Keakraban itu membuat suasana lapaknya terasa hangat dan penuh cerita.“Resepnya ini turun-temurun dari nenek,” tutur Bu Elis sambil sesekali memarut kelapa, bahan pelengkap yang selalu hadir dalam sajian nasi karak, saat ditemui beberapa waktu lalu.Baca juga: Sate Kelinci Jadi Salah Satu Kuliner Daging Buruan Terbaik Versi Taste AtlasSate karak yang disajikan Bu Elis bukanlah kuliner biasa. Ini adalah sate karak pertama di Surabaya. Bahkan, satu-satunya di Surabaya dan akhirnya menjadi kuliner khas kawasan Ampel.Menurut cerita Bu Elis, Sate Karak miliknya sudah eksis sejak era buyutnya masih berjualan keliling di Pasar Wagean, lalu menetap di Ampel dan bertahan selama tiga generasi.Bu Elis adalah generasi ketiga yang mewarisi resep sate karak dari ibu dan neneknya."Untuk sejak tahun berapanya, saya tidak tahu tepatnya kapan, karena nasi karak ini sudah berjalan selama tiga generasi," ujarnya."Kalau dihitung, saya sendiri sudah jualan sekitar 20 tahun lebih. Dulu nenek pakai rombong, ditinggal pun masih aman. Kalau sekarang, harus dibawa pulang tiap malam, disuruh Pak RT” katanya lagi sambil tertawa kecil.Baca juga: Sate Mak Syukur, Kuliner Legendaris Wajib Dicoba di Padang PanjangBerbeda dari sate pada umumnya, sate karak dibuat menggunakan usus sapi. Tak hanya itu, nasi yang menjadi pendamping juga istimewa.Jangan bayangkan karak sebagai nasi sisa yang dijemur. Sebab, nasi karak khas Ampel adalah campuran beras putih dengan ketan hitam yang dikukus hingga pulen.Nasi karak tersebut lalu disajikan bersama sate usus, taburan kelapa parut, serta bubuk kedelai halus.Perpaduan rasa gurih dari sate usus sapi dan sedikit manis-asin dari nasi karak, kaya akan sejarah dan memori.Di warungnya, Bu Elis juga menambahkan sate ayam dan sate daging sapi dalam daftar menu, atas permintaan pelanggan.


(prf/ega)