NEW YORK, - Harga emas dunia menguat lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB, di tengah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan.Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,3 persen ke level 3.983,89 dollar AS per ons.Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,8 persen ke level 3.992,90 dollar AS per ons.Baca juga: Apa Emas 24 Karat Adalah Emas Murni 100 Persen?Kenaikan harga emas terjadi meski laporan ketenagakerjaan swasta AS menunjukkan peningkatan signifikan pada lapangan kerja sektor swasta AS.Tercatat terjadi pertumbuhan 42.000 pekerjaan baru pada Oktober, melampaui perkiraan Reuters yang hanya sebesar 28.000 pekerjaan.Biasanya, data ketenagakerjaan yang kuat dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve).Namun, pasar tampaknya tetap berhati-hati terhadap kondisi ekonomi dan valuasi saham yang dinilai sudah terlalu tinggi."Emas dan perak menguat meski data ketenagakerjaan di atas ekspektasi. Hal ini seharusnya menjadi kabar baik bagi para investor yang sempat terkejut melihat logam mulia melemah bersama aset berisiko kemarin,” kata Tai Wong, analis logam independen.Di sisi lain, pasar saham AS terkoreksi dari rekor tertingginya pada Rabu karena kekhawatiran bahwa valuasi saham, terutama yang terkait teknologi dan kecerdasan buatan (AI), telah terlalu tinggi."Permintaan aset aman kembali muncul di pertengahan pekan karena pasar saham global masih goyah, dengan pandangan bahwa saham AS sudah overvalued dan ada gelembung di sektor AI," ujar Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals.Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin pada pekan lalu.Namun, Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir pada tahun ini.Kini, pelaku pasar pun menilai peluang pemangkasan lanjutan pada Desember 2025 turun menjadi 63 persen, dari sebelumnya lebih dari 90 persen.Emas yang tidak memberikan imbal hasil memang umumnya menguat dalam kondisi suku bunga rendah serta di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.Di sisi lain, investor juga tengah menanti hasil sidang Mahkamah Agung AS yang akan menentukan legalitas tarif impor era Presiden AS Donald Trump.Sebelumnya, pengadilan tingkat bawah menilai kebijakan tarif tersebut melampaui kewenangan eksekutif.Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1 Persen, Dollar AS Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan
(prf/ega)
Harga Emas Dunia Kembali Naik, Ini Penyebabnya
2026-01-12 06:15:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:34
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 04:37










































