Ekonomi Digital RI Diprediksi Naik 14 Persen, Tembus 99 Miliar Dollar AS di 2025

2026-02-04 23:41:25
Ekonomi Digital RI Diprediksi Naik 14 Persen, Tembus 99 Miliar Dollar AS di 2025
JAKARTA, - Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital oleh masyarakat. Bahkan, pada tahun ini nilai ekonomi digital nasional diperkirakan tumbuh double digit. Dalam Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dilakukan oleh Google, Temasek, Bain and Company, ekonomi digital RI diproyeksikan bakal tumbuh 14 persen pada 2025 dari senilai 87 miliar dollar AS di 2024 menjadi 99 miliar dollar AS pada 2025. Angka pertumbuhan ini meningkat cukup signifikan dibandingkan pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 9 persen dari 80 miliar dollar AS pada 2023. "Artinya Indonesia masih tetap menjadi ekonomi digital paling besar se-Asia Tenggara dan GMV-nya (Gross Merchandise Value) sekarang mencapai hampir 100 miliar dollar AS," ujar Country Director Google Indonesia Veronica Utami saat memaparkan laporannya di kantornya, Jakarta, Kamis . Baca juga: RUU Pekerja Gig Disiapkan, DPR Bidik Payung Hukum Pekerja Ekonomi Digital Diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia bakal mencapai 180-340 miliar dollar AS atau setara Rp 3.006 triliun hingga Rp 5.678 triliun (kurs Rp 16.700) pada 2030. Veronica menambahkan, tidak hanya pertumbuhan secara keseluruhan yang tumbuh double digit, seluruh sektor utama dari ekonomi digital Indonesia juga diperkirakan akan tumbuh double digit. Sektor e-commerce masih menjadi kontributor terbesar, dengan nilai mencapai 71 miliar dollar AS pada 2025 atau tumbuh 14 persen dari 62 miliar dollar AS pada 2024. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 6 persen. Sektor ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 140 miliar dolar AS pada 2030 seiring dengan bergesernya pola belanja masyarakat dari belanja di toko fisik menjadi ke toko online. "Ini tetap menjadi kontributor terbesar bagi GMV di Indonesia dan diproyeksikan tumbuh lebih dari 14 persen sehingga mencapai 71 miliar dollar AS. Ini adalah akselerasi signifikan dari tahun ke tahun dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya.Baca juga: QRIS Tak Sekadar Kode, Tapi Simbol Revolusi Ekonomi Digital IndonesiaSektor transportasi dan makanan juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 13 persen, dari 9 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya menjadi 10 miliar dolar AS pada 2025. Meskipun pertumbuhannya melambat dari 16 persen pada 2023, nilainya diproyeksikan terus meningkat hingga 16 miliar dollar AS pada 2030. Sementara itu, sektor online travel diperkirakan tumbuh 11 persen pada 2025, dari 8 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya menjadi 9 miliar dollar AS. Pertumbuhan sektor ini juga lebih rendah dari tahun sebelumnya (16 persen), namun pada 2030 nilainya diprediksi meningkat signifikan hingga 17 miliar dollar AS.Baca juga: Gangguan Amazon Web Services (AWS) Ungkap Risiko Ekonomi Digital yang Terlalu Tergantung Cloud Adapun sektor media online diproyeksikan menjadi yang paling cepat tumbuh, dengan kenaikan 16 persen menjadi 9 miliar dollar AS dari 8 miliar dollar AS pada 2024. Sektor ini mencakup gaming, periklanan digital, serta layanan musik dan video berlangganan (on demand), dan pada 2030 nilainya diperkirakan melonjak hingga 15 miliar dollar AS. "Ini menunjukkan laju tercepat dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain. Tingkat pertumbuhannya sebesar 16 persen dan mencapai 9 miliar dollar AS. Jadi hampir sama besarnya dengan sektor transportasi online dan food delivery," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 22:21