Genjot DPK, Deposito Bank Makin Kompetitif

2026-02-04 23:47:05
Genjot DPK, Deposito Bank Makin Kompetitif
JAKARTA, - Menjelang akhir tahun, persaingan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali meningkat. Sejumlah bank memperkuat strategi pendanaan melalui penawaran deposito berjangka dengan imbal hasil lebih kompetitif dan pilihan tenor yang lebih fleksibel.Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas tetap solid di tengah dinamika pasar keuangan, tren penurunan suku bunga acuan, serta meningkatnya kebutuhan ekspansi kredit pada awal 2026.Salah satu bank yang cukup agresif adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) melalui program Deposito Optima. Produk ini menawarkan tenor variatif 3 dan 6 bulan dengan tingkat bunga hingga 5,1 persen. Penempatan dana dimulai dari Rp50 juta untuk nasabah individu dan Rp 500 juta untuk korporasi.Baca juga: Menkeu Purbaya Soroti ada Uang Bank di BI Tembus Rp 1.000 TriliunDua bank digital juga ikut memperketat persaingan. PT Bank Jago Tbk (ARTO) meluncurkan promo Deposito November 2025 dengan bunga hingga 5 persen untuk penempatan mulai Rp 10 juta dan tenor hanya 14 hari, relatif singkat untuk kategori deposito.Sementara itu, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menawarkan Ala Deposito Spesial berbasis akad mudharabah. Produk syariah ini memberikan nisbah imbal hasil hingga 68 persen atau setara bagi hasil 7,25 persen, ditambah bonus bagi hasil sehingga total keuntungan bagi nasabah mencapai setara 9 persen.Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai kompetisi penghimpunan dana memang semakin ketat seiring proyeksi meningkatnya permintaan kredit pada 2026.Menurutnya, perbankan menjalankan strategi ganda yakni memperbaiki pricing untuk menarik dana baru, sekaligus mempertahankan nasabah eksisting lewat kemudahan proses pembukaan maupun rollover deposito.“Bukan hanya bank digital, bank konvensional seperti BWS juga memaksimalkan kanal digital untuk mempermudah transaksi pembukaan dan rollover deposito. Pendekatan ini membuat BWS tidak hanya bersaing pada besaran bunga, tetapi juga pada kenyamanan pengalaman nasabah, yang kini menjadi faktor kunci bagi bank untuk mempertahankan DPK,” ujarnya dalam keterangannya, Senin .Ia menambahkan bahwa program seperti Deposito Optima menegaskan strategi bank dalam memperkuat fondasi likuiditas, bukan sekadar mengejar dana murah.“Perbankan saat ini berada pada fase normalisasi pendanaan. Bank perlu meningkatkan komposisi dana berjangka agar tetap memiliki ruang ekspansi kredit yang sehat,” kata Edo.Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan DPK perbankan nasional pada Oktober 2025 mencapai Rp 9.153,6 triliun, tumbuh 8,1 persen yoy, melambat dari pertumbuhan September yang sebesar 8,4 persen yoy.Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro yang naik 13,2 persen yoy dan tabungan 7,2 persen yoy, sementara deposito hanya tumbuh 4,9 persen yoy. Dari sisi golongan nasabah, peningkatan DPK terutama disumbang korporasi yang tumbuh 15,9 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 15,5 persen yoy.Baca juga: Menkeu Purbaya Bongkar Alasan Pemda Timbun Uang di Bank


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 23:10