Tak Mampu Pulangkan Jenazah, Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Minta Bantuan Pramono

2026-01-11 23:28:04
Tak Mampu Pulangkan Jenazah, Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone Minta Bantuan Pramono
JAKARTA, — Keluarga Pariyem (25), salah satu korban tewas dalam kebakaran Gedung Kantor Terra Drone di Jakarta Pusat, memohon bantuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Lampung. Permohonan itu disampaikan karena keterbatasan ekonomi keluarga korban.Permintaan tersebut disampaikan melalui Sulaiman, tetangga keluarga korban yang ikut menemani kakak Pariyem menjemput jenazah ke Jakarta. Keluarga berharap Pemprov DKI dapat membantu penyediaan ambulans untuk membawa jenazah pulang ke Lampung.Permohonan itu muncul setelah keluarga mengetahui adanya pemberitaan media massa yang menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta akan menanggung transportasi ambulans bagi korban kebakaran.Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Terima Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone“Karena kami ya orang enggak punya di Lampung. Jadi kami mohon sama Gubernur DKI untuk dibantu ambulansnya lah sepenuhnya,” tutur Sulaiman saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Rabu .Di sisi lain, keluarga menyatakan tidak berniat memperpanjang persoalan dengan menuntut pihak perusahaan terkait dugaan kelalaian atau prosedur keamanan gedung.Meski demikian, keluarga menyatakan terbuka apabila perusahaan memberikan santunan sebagai bentuk empati atas musibah tersebut.“Kalau pihak keluarga itu menuntutnya cuma enggak neko-neko sih, cuma hanya ya pulangin jenazah lah, itu saja. Ya seumpamanya pihak perusahaan itu mau ngasih santunan, ya diterima dengan senang hati,” jelas Sulaiman.Pariyem diketahui telah bekerja di Terra Drone selama sekitar empat tahun. Sebagai anak bungsu yang masih tinggal bersama ibunya di Lampung, ia menjadi tulang punggung keluarga.Sebelum dinyatakan meninggal, keluarga sempat melihat aktivitas terakhir Pariyem melalui status WhatsApp saat ia sedang beristirahat makan siang di kantornya.Baca juga: Mendagri Sebut Gedung Terra Drone Punya Risiko Tinggi, Proses Izin Akan DiusutNamun, pada sore hari, keluarga mendapat kabar dari rekan kerja korban. Saat dihubungi, ponsel Pariyem sudah tidak dapat dihubungi.“Korban itu baru update status sekitar jam 13.00 atau jam 14.00 lagi makan siang. Saya dari keluarga Lampung baru dapat kabar sekitar jam setengah 6 sore,” ujar Sulaiman.Mendapat kabar tersebut, Sulaiman dan kakak korban segera berangkat ke Jakarta untuk proses identifikasi dan pemulangan jenazah.Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Gedung Kantor Terra Drone yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa .Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebut kebakaran mulai diketahui pada pukul 12.43 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 12.50 WIB.Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.10 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali.Baca juga: Gedung Terra Drone Punya IMB dan SLF tapi Tak Penuhi Standar Keselamatan


(prf/ega)