Libur Nataru 2026, Jasa Marga Operasikan 37 Gardu Tol di Cikampek Utama

2026-01-13 05:57:11
Libur Nataru 2026, Jasa Marga Operasikan 37 Gardu Tol di Cikampek Utama
Jakarta - PT Jasamarga Transjawa Tol meningkatkan kesiapan operasional di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menyusul tingginya arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo mengatakan sebanyak 37 gardu tol dioperasikan untuk memperlancar arus kendaraan.“Sebanyak 37 gardu tol terdiri dari 19 gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama 1 arah Trans Jawa dan 18 gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama 2 arah Jakarta,” ujarnya, Rabu.AdvertisementSelain kesiapan sarana transaksi, PT JTT juga menyiagakan petugas operasional di sejumlah titik strategis ruas Tol Trans Jawa selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Petugas disiagakan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, layanan transaksi tol, pengamanan, dan pengendalian kendaraan, terutama pada jam puncak.Penyiagaan dilakukan selama 24 jam guna memastikan respons cepat terhadap potensi kepadatan, gangguan lalu lintas, serta kebutuhan pelayanan pengguna jalan. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-13 06:28