Begini Efek Kopi bagi Penderita Hipertensi, Amankah Dikonsumsi?

2026-01-14 18:01:54
Begini Efek Kopi bagi Penderita Hipertensi, Amankah Dikonsumsi?
- Beberapa orang percaya kopi dapat memengaruhi tekanan darah karena kandungan kafeinnya.Mayo Clinic juga melaporkan bahwa kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak memiliki riwayat hipertensi.Lonjakan tekanan darah jangka pendek ini lebih sering terjadi pada individu yang jarang mengonsumsi kafein. Meski begitu, respons setiap orang terhadap kafein bisa berbeda-beda.Namun hingga kini, belum sepenuhnya jelas mengapa kafein dapat memicu kenaikan tekanan darah pada sebagian orang.Beberapa peneliti berpendapat bahwa kafein dapat memblokir hormon yang membantu melebarkan arteri.Peneliti lain berpendapat, kafein menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan lebih banyak adrenalin, yang menyebabkan tekanan darah naik. Selain itu, stres juga mungkin berperan.Lantas, bagaimana efek kopi pada penderita tekanan darah tinggi?Baca juga: Warganet Bertanya Apakah Minum Kopi Saset Setiap Hari Memicu Gagal Ginjal, Ini Kata DokterDikutip dari Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat setelah diminum.Sebuah tinjauan terhadap 34 penelitian menunjukkan, 200–300 mg kafein dari kopi dapat meningkatkan tekanan darah rata-rata sekitar 8 mmHg (sistolik) dan 6 mmHg (diastolik).Efek ini berlangsung hingga tiga jam setelah konsumsi dan terjadi baik pada orang dengan tekanan darah normal maupun mereka yang sudah memiliki hipertensi.Namun, orang yang rutin mengonsumsi kafein biasanya mengembangkan toleransi, sehingga efek peningkatannya terhadap tekanan darah menjadi lebih kecil.Karena alasan ini, kafein tidak dianggap memiliki efek jangka panjang terhadap tekanan darah, dan tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi kronis.Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi tetapi terbiasa minum kopi, Anda mungkin tidak perlu berhenti atau membatasinya secara drastis.Meski demikian, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan.Baca juga: Studi: Kopi, Cokelat, dan Anggur Tetap Terancam meski Suhu Bumi DiturunkanIndian Express juga melaporkan bahwa hingga kini belum ada bukti klinis yang menunjukkan konsumsi kopi membahayakan penderita hipertensi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-14 16:31