Respons Gus Yahya Usai Diminta Mundur dari Ketum PBNU

2026-02-02 20:01:32
Respons Gus Yahya Usai Diminta Mundur dari Ketum PBNU
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merespons kabar dirinya diminta mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia mengaku belum menerima surat permintaan dirinya untuk mundur."Saya sendiri belum terima. Tapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan. Tunggu informasinya ya," kata Gus Yahya di Surabaya saat dirinya hendak menghadiri Rapat Ketua PWNU se Indonesia, dilansir detikJatim, Sabtu (22/11/2025).Gus Yahya tak menanggapi lebih banyak soal kabar tersebut. Dia mengatakan kehadirannya di sana untuk melakukan koordinasi pengurus organisasi.Ia kemudian bergegas memasuki salah satu ruangan di Sky Suites Residence tempat para Ketua PWNU se Indonesia menggelar rapat."Silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi," kata Gus Yahya.Baca selengkapnya di sini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 18:28