Viral Kasus Pengusiran Nenek Elina, Madas Sudah Pecah Jadi 3 Kelompok

2026-01-16 18:57:38
Viral Kasus Pengusiran Nenek Elina, Madas Sudah Pecah Jadi 3 Kelompok
PAMEKASAN, - Ketua organisasi masyarakat (Ormas) Madura Asli Anak Serumpun (Madas) Serumpun di Pamekasan mengungkap organisasinya pecah jadi tiga kelompok.Ketua Madas Serumpun Kabupaten Pamekasan, Abdus Samad mengungkapkan bahwa organisasi Madas sudah pecah sejak tahun 2022."Madas awalnya hanya satu, tapi sekarang sudah pecah menjadi tiga ormas," kata Abdus, Selasa .Dia bercerita, Madas terbentuk sejak tahun 2020. Namun, akibat terjadi konflik internal akhirnya pecah menjadi Madas Nusantara.Akibatnya, sejak saat itu, mulai ada Madas Serumpun dan Madas Nusantara.Baca juga: Dugaan Keterlibatan Ormas Madas dalam Kekerasan Terhadap Nenek Elina, Ini Kata Polda JatimNamun, pada tahun 2025, Madas serumpun Kembali pecah, menjadi Madas Sedarah."Akhirnya sekarang ada tiga kelompok. Madas Serumpun, Madas Nusantara, dan Madas Sedarah," ujar Abdus.Dia mengatakan, Madas sempat besar di Surabaya dan Jakarta. Kemudian, berkembang ke sejumlah daerah. Bahkan, Madas juga terbentuk di luar negeri.Untuk saat ini, dia mengaku Madas Sedarah menguasai di beberapa daerah di Jawa Timur. Khusus Madura, tiga kelompok madas mulai berkembang, baik Madas Serumpun, Madas Nusantara, dan Madas Sedarah."Di Madura sudah pecah juga. Madas Serumpun, Madas Sedarah, dan Madas Nusantara ada. Tapi, di Pamekasan tidak ada Madas Sedarah, kalau di kabupaten lain di Madura sudah ada," katanya.Baca juga: Jadi Tersangka Perobohan Rumah Nenek Elina, Anggota Ormas Madas M Yasin Diburu Polda JatimAbdus Samad menegaskan, pecahnya Madas menjadi tiga kelompok memang terjadi sebelum adanya kasus pengusiran terhadap Nenek Elina.Dia juga menyampaikan, pelaku pengusiran Nenek Elina di Surabaya bukan bagian dari kelompoknya."Yang viral di video bukan kelompok kami," ujar Abdus menegaskan.Dia pun menegaskan bahwa tugas Madas melakukan pendampingan terhadap masyarakat atau selalu hadir untuk membantu masyarakat."Di sini kami melakukan pendampingan terhadap masyarakat. Jika ada yang harus dibantu, kami selalu membantu mereka ketika ada masalah," tandasnya.Baca juga: Massa Gruduk Kantor Madas Surabaya dan Copot Atribut Ormas, Buntut Pengusiran Nenek Elina


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 17:57