Tarif Listrik PLN 22–28 Desember 2025 untuk Semua Golongan Pelanggan, Berikut Rinciannya

2026-02-03 01:04:58
Tarif Listrik PLN 22–28 Desember 2025 untuk Semua Golongan Pelanggan, Berikut Rinciannya
- Tarif listrik PLN untuk periode Desember 2025 telah ditetapkan.Melalui Kementerian ESDM, pemerintah memastikan bahwa tidak ada perubahan tarif, baik bagi pelanggan subsidi maupun nonsubsidi untuk triwulan IV 2025 (Oktober–Desember).Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno menyampaikan, kebijakan mempertahankan tarif listrik ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.“Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin .Ia menambahkan, dengan menjaga tarif listrik tetap hingga akhir tahun, pemerintah ingin memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas biaya energi bagi dunia usaha.Dengan kebijakan tersebut, tarif listrik pada periode 22–28 Desember 2025 dipastikan tetap sama seperti periode sebelumnya.Lantas, bagaimana rincian tarif listrik PLN untuk periode tersebut?Baca juga: Rice Cooker, Panci Listrik, atau Kompor Listrik, Mana Lebih Boros Listrik?Penetapan tarif listrik ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, yang mengatur penyesuaian tarif listrik setiap tiga bulan.Beberapa parameter ekonomi makro yang menjadi dasar penetapan tarif meliputi nilai tukar (kurs), Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batu Bara Acuan (HBA).“Dengan menggunakan realisasi ekonomi makro untuk tariff adjustment triwulan IV 2025, secara akumulasi seharusnya terjadi kenaikan tarif listrik,” kata Tri.“Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” tambahnya.Dilansir dari Antara, berikut rincian tarif listrik 22-28 Desember 2025 untuk semua pelanggan PLN:Baca juga: Beli Token Listrik Rp 50.000 dan Rp 100.000 di Rumah 900 VA Bisa Tahan Berapa Lama? Ini HitungannyaDemikian informasi mengenai tarif listrik PLN periode 22–28 Desember 2025 yang tetap berlaku tanpa perubahan bagi seluruh golongan pelanggan.Baca juga: Token Listrik Tak Berkurang Setelah Dipakai, Apa yang Harus Dilakukan?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 01:31