Gedung Parkir 2 Lantai di Koja Ambruk, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

2026-02-01 18:13:25
Gedung Parkir 2 Lantai di Koja Ambruk, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
JAKARTA, - Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya gedung parkiran dua lantai milik warga di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis ."Ya, syukur tidak ada korban, hanya kendaraan yang parkir saja," tutur Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.Kendaraan yang tertimpa material bangunan meliputi empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda ontel.Baca juga: Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan ParkiranFernando bilang, gedung parkiran milik warga yang disewakan tersebut runtuh secara tiba-tiba sekitar pukul 15.30 WIB."Bangunan biasa bukan rumah tinggal, di bawahnya buat parkiran mobil ada juga warga lain yang parkir di situ. Sementara lantai dua kosong cuma dak (dicor semen)," sambung dia.Ia menambahkan, proses evakuasi kendaraan yang tertimpa bangunan sudah dilakukan.Selain itu, polisi juga masih berada di temapt kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.Diberitakan sebelumnya, bangunan dua lantai dekat pesantren di Koja, Jakarta Utara, ambruk ke samping secara mendadak pada Kamis sore.Dalam video yang diterima Kompas.com, ambruknya bangunan itu diawali dengan suara retakan yang kencang.Baca juga: Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal Khusus Lansia Perdana, Umat AntusiasMendengar suara tersebut, anak-anak yang sedang berada di bawah bangunan langsung berlarian menyelamatkan diri.Tak lama atap bangunan yang terbuat dari seng spandex tersebut roboh ke bawah diikuti dengan dinding semennya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-01 17:31