SUKABUMI, - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terus memperluas pengembangan produk obat resep melalui inovasi di bidang terapi sel, obat biologis, dan vaksin.Langkah ini menjadi strategi utama perusahaan untuk memperkuat posisi di industri farmasi regional, sekaligus memperdalam penetrasi ke pasar Asia Tenggara.Upaya tersebut disampaikan Head of Corporate Business Development KLBF, Hari Nugroho kepada Kompas.com pada acara Media Gathering di Sukabumi.Baca juga: Kalbe Sebut Industri Farmasi Tetap Tumbuh Positif di 2025 Meski Banyak TantanganMenurut Hari, kebutuhan layanan kesehatan di Asia Tenggara terus meningkat, sehingga pengembangan produk-produk specialty menjadi fokus strategis Kalbe mulai 2026.“Untuk segmen obat resep, Kalbe akan terus memperkuat posisi di pasar farmasi dengan melanjutkan inovasi obat-obatan biologis, ekosistem onkologi, terapi sel, dan vaksin,” ujar Hari, Kamis .“Ke depan, kami juga mengembangkan penetrasi obat-obatan specialty di kawasan Asia Tenggara,” lanjutnya.Hari menegaskan bahwa Kalbe melihat peluang besar pada pengembangan terapi lanjutan, termasuk imunoterapi dan obat-obatan berbasis bioteknologi yang saat ini menjadi standar baru dalam perawatan pasien penyakit kronis maupun kanker.Meski prospek pertumbuhan industri farmasi dinilai positif, Hari mengakui bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar terkait volatilitas nilai tukar.Baca juga: Kalbe Farma Catat Laba Rp 2,63 Triliun per Kuartal III-2025Mayoritas bahan baku obat (BBO) masih harus diimpor, terutama dari Tiongkok, sehingga pergerakan USD/IDR memiliki dampak langsung pada biaya produksi.Untuk mengurangi risiko tersebut, Kalbe mulai memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi impor.“Saat ini kami melakukan pembayaran menggunakan mata uang Yuan atau Renminbi untuk impor bahan baku dari China. Selain itu, perusahaan juga mencadangkan kas dalam USD untuk memitigasi fluktuasi nilai tukar,” kata Hari.
(prf/ega)
Perkuat Obat Resep, Kalbe Kembangkan Terapi Sel, Biologis, dan Vaksin untuk Pasar ASEAN
2026-01-12 03:38:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:06
| 2026-01-12 03:02
| 2026-01-12 02:13










































