JAKARTA, - Ketua Komisi V DPR Lasarus menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikepung oleh bencana.Oleh karena itu, pemerintah didesaknya memperkuat kemampuan deteksi dini dan respons di lapangan dalam menghadapi bencana.Penguatan deteksi dini meliputi peningkatan infrastruktur, alat, hingga kompetensi sumber dalam manusia dalam penanggulangan bencana."Indonesia ini dikepung bencana, baik tanah longsor, banjir bandang, gempa, tsunami, dan seterusnya. Ini memerlukan kesiapan kita dengan sarana-prasarana yang memadai," ujar Lasarus dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Senin , dilihat dari Youtube DPR RI.Baca juga: Prabowo Pimpin Langsung Komando Penanganan Bencana Banjir SumateraIa mencontohkan cuaca ekstrem yang menjadi salah satu pemicu bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Menurutnya, bencana yang terjadi di Sumatera menunjukkan pentingnya peningkatan teknologi deteksi dini di Indonesia.Selain infrastruktur dan peralatan mitigasi, peningkatan kompetensi dari petugas juga krusial dalam proses penanganan bencana di lapangan.Baca juga: Update BNPB: Korban Jiwa Bencana Banjir-Longsor Sumatera Jadi 631 OrangSalah satunya terkait evakuasi yang membutuhkan petugas terlatih, karena setiap detik dalam proses evakuasi sangatlah berharga."Golden time ini hanya bisa ditangani oleh orang-orang terampil, orang-orang terlatih dan orang-orang yang mengerti bagaimana cara menyelamatkan orang dalam situasi bencana. Niatnya menolong, kalau ditangani dengan cara salah bisa fatal akibatnya. Ini juga kenapa pelatihan SAR kita pandang perlu," ujar Lasarus.Ia sendiri menyadari bahwa faktor geografis dan pola pemukiman masyarakat di Indonesia membuat bencana tidak bisa dihindari sepenuhnya.Namun dengan diperkuatnya sistem peringatan dini, ia yakin jumlah korban maupun kerugian yang besar dapat dihindari.Baca juga: Bencana Alam: Alarm Apokalipse Ekologis untuk Masa Depan Kehidupan"Namanya penanggulangan ini, harusnya bukan hanya menanggulangi setelah terjadi bencana. Harusnya juga teman-teman di sana bekerja, melakukan pekerjaan bagaimana supaya bencana itu tidak terjadi di lokasi itu," ujar Lasarus."Ditanggulangi lebih dini, antisipasi. Mengantisipasi dininya juga bagian dari menanggulangi Pak, sebelum terjadi bencana," sambungnya.ANTARA/HO-Pendam I/Bukit Barisan Warga melintasi jembatan sementara di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pada Senin , Pangeran Mohammed bin Salman, menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia yang menelan korban jiwa.Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae yang menekankan pentingnya sistem deteksi dini dan mitigasi bencana."Jika ada kekurangan alat atau sistem, agar segera kementerian terkait menyampaikannya kepada Presiden," ujar Ridwan.Selama ini, ia melihat bahwa mitigasi bencana baru dilakukan setelah musibah terjadi dan menimbulkan banyak korban.Baca juga: Bencana Alam: Alarm Apokalipse Ekologis untuk Masa Depan KehidupanBencana yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar harus menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memikirkan langkah mitigasi sebelum bencana terjadi."Setiap hari kita lihat berita longsor, korban sekian orang. Ini menyedihkan. Kita harus berpikir sebelum terjadi, bukan hanya mengatasi setelah kejadian," ujar Ridwan.
(prf/ega)
Komisi V DPR Sorot Sistem Peringatan Dini: Indonesia Ini Dikepung Bencana
2026-01-11 03:35:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 03:49
| 2026-01-11 03:18
| 2026-01-11 02:58
| 2026-01-11 01:56










































