26 WN China Diamankan Terkait Penyerangan Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang

2026-01-12 05:10:38
26 WN China Diamankan Terkait Penyerangan Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang
JAKARTA, - Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) mengamankan 26 orang Warga Negara Asing (WNA) usai terjadi insiden penyerangan terhadap lima anggota TNI di kawasan pertambangan emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu .“Jumlahnya 26 WNA yang sementara ini diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman, di Kantor Kementerian Imigrasi, Jakarta Selatan, Selasa .Yuldi mengatakan, saat ini, pihak Imigrasi Ketapang sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dokumen keimigrasian para WNA.Sementara itu, insiden perusakan dan penyerangan yang dilakukan WNA didalami oleh pihak Polda Kalimantan Barat.Baca juga: Prabowo Jenguk Guru dan Siswa Korban Tabrakan Mobil MBG, Tanya Makanan Kesukaan“Sedangkan dengan kegiatan pengerusakan yang dilakukan oleh WNA tersebut akan dilakukan pendalaman oleh pihak Polda. Dalam hal ini mungkin oleh Polres,” ujar dia.Yuldi mengatakan, jumlah WNA yang diamankan kemungkinan akan bertambah karena total ada 34 WNA yang berada di kawasan pertambangan tersebut.“Karena totalnya sebetulnya yang ada di sana itu ada 34 orang. Tapi, pada saat diamankan, ada 2 yang izin ke Pontianak karena ingin melakukan perpanjangan terkait visa-nya, kemudian ada satu yang sakit dan berobat,” ujar dia.Yuldi mengatakan, pihak Imigrasi terus berkoordinasi dengan pihak Kodim Ketapang dan Polres Ketapang.“Saat ini, kami dari pusat sudah turun, tentunya dengan dibantu oleh Imigrasi kami yang ada di Ketapang. Sudah langsung berkoordinasi dan sudah mengamankan juga dengan dibantu oleh pihak Kodim,” ucap dia.Baca juga: PT SRM Bantah WNA China Serang TNI di Ketapang, Pertanyakan Ada Aparat di Kawasan TambangSebelumnya, sebanyak 15 WNA asal China diduga melakukan penyerangan di kawasan pertambangan emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu pukul 15.40 WIB.Insiden ini mengakibatkan lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan perusahaan mengalami kerusakan berat.Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengungkapkan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendalami peristiwa tersebut.“Sementara kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan terhadap WNA yang diduga melakukan penyerangan,” ujar Harris, saat dihubungi Kompas.com, Senin .Harris menambahkan bahwa jajaran Polsek Tumbang Titi telah mengambil langkah awal di lokasi kejadian.Hingga saat ini, belum ditemukan adanya korban jiwa, dan situasi di sekitar area tambang terpantau kondusif.


(prf/ega)