BANGKALAN, - Sengketa lahan kembali terjadi di lahan sekolah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.Pintu masuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balung, Kecamatan Arosbaya, ditutup warga setempat karena persoalan kepemilikan lahan.Pemilik lahan, Mansyur mengatakan, SDN Balung tersebut berdiri di atas dua lahan. Bangunan tiga kelas pada sisi barat berdiri di atas lahan pemerintah, sedangkan bangunan tiga kelas lain, ruang guru hingga perpustakaan berdiri di atas lahan miliknya.Baca juga: 3 Pencuri Motor Kurir Paket JNT di Bangkalan Ditangkap, 1 Pelaku Masih BuronBahkan, ia memasang pembatas di dalam sekolah, tepat di teras tiga kelas yang berada di sisi barat. Hal itu dilakukan sebagai penada bahwa halaman dan ruang kelas lain berdiri di atas lahan miliknya."Ini saya tutup sementara sampai selesai proses mediasi. Karena sebelumnya sudah kami beri waktu 30 hari plus 14 hari untuk Pemkab Bangkalan untuk mengambil tindakan namun tidak ada kejelasan," ungkapnya, Rabu .Akibatnya, ia memasang penutup berbahan material seng berwarna biru lengkap dengan tulisan 'Tanah ini milik pribadi berdasarkan SHM nomor :09/1986. Dilarang melakukan aktivitas apa pun tanpa izin pemilik atau yang menguasai'."Sesuai SHM yang kami miliki, lahan kami seluas 1.140 meter dan yang digunakan untuk bangunan sekolah ini sekitar 400 sampai 500 meter," imbuhnya.Baca juga: Sekolah Ambruk, Siswa SD di Bangkalan Belajar di Halaman Rumah Warga Ia mengatakan, sebelum adanya penutupan itu, pihaknya telah berupaya meminta Pemkab Bangkalan untuk menyelesaikan hal tersebut. Upaya mediasi bahkan dilakukan sejak tahun 2020 namun permintaan ganti rugi tak segera diberikan."Sejak 2020 kami lakukan upaya mediasi dan tim appraisal juga sudah turun namun masih tidak ada titik temu. Saya harap pemkab segera menyelesaikan ini," jelasnya.Mansyur mengatakan, jika Pemkab Bangkalan tak segera memberikan ganti rugi, maka pihaknya akan menggunakan lahan tersebut sebagai gudang pertanian."Kalau memang tidak ada kejelasan kami tutup permanen dan akan saya gunakan sebagai gudang," tuturnya.Meski begitu, pihaknya saat ini masih menyisakan jalan selebar 1 meter untuk akses keluar masuk siswa dan guru. Ia mengaku, permasalahan antara dirinya dan Pemkab Bangkalan tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa."Saya masih ada itikad baik untuk akses keluar masuk. Untuk belajar bisa menggunakan bangunan sisi barat itu," jelasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Yakub tak merespons saat ditanya oleh Kompas.com terkait permasalahan tersebut.
(prf/ega)
Tempati Lahan Warga, Pintu Masuk SDN di Bangkalan Ditutup
2026-01-12 04:37:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 03:21










































