Soroti Polemik Taman Nasional Tesso Nilo, Chicco Jerikho: Stop Alih Fungsi Lahan

2026-02-02 00:05:50
Soroti Polemik Taman Nasional Tesso Nilo, Chicco Jerikho: Stop Alih Fungsi Lahan
JAKARTA,  – Aktor Chicco Jerikho menjadi salah satu artis yang turut menyuarakan polemik Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, Sumatera.Chicco Jerikho menegaskan agar jangan sampai terjadi alih fungsi lahan yang mengancam keselamatan habitat gajah di Tesso Nilo.“Jangan sampai hutan kita berubah jadi lahan sawit. Bencana alam ada di mana-mana. Seperti yang kita tahu. Ya kan,” kata Chicco kepada Kompas.com saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.Baca juga: 4 Fakta Menarik Film Ozora yang Dibintangi Chicco Jerikho“Stop alih fungsi lahan. Kembalikan Taman Nasional sesuai dengan fungsinya,” tambah Chicco.Suami Putri Marino ini berharap TNTN berperan penting dalam melestarikan rumah gajah saat ini.“Karena itu rumah gajah, di mana yang menjaga satwa itu berperan penting untuk menjaga hutan, mencegah konflik antara gajah dan manusia,” tutur Chicco.Baca juga: Harrison Ford Kaget Lihat Hutan Tesso Nilo Berubah Jadi Kebun Sawit: Sangat MenyedihkanDia juga berharap pemerintah bisa bertindak tegas dengan pihak yang mengalihfungsikan lahan tersebut.“Jangan dialihfungsikan. Apalagi lahan-lahan sawit yang tanpa izin. Ditindak tegas,” kata Chicco.Chicco diketahui merupakan salah satu artis yang konsisten menyuarakan isu konservasi gajah.Masalah ini bermula dari penolakan warga untuk direlokasi karena lahan tempat tinggal mereka masuk ke dalam kawasan TNTN.Baca juga: Harrison Ford Saksikan Langsung Kerusakan Hutan Tesso Nilo: MengerikanPara warga mengaku telah tinggal dan mengelola lahan sejak akhir 1990-an secara legal serta memiliki bukti kepemilikan.Sementara itu, pemerintah sedang menertibkan kawasan TNTN yang dikuasai secara ilegal.Kementerian Kehutanan mencatat 40.000 hektar kawasan TNTN telah dibuka dan ditanami sawit secara ilegal.Komandan Satgas Garuda menyebut kondisi TNTN kini sangat memprihatinkan, dengan populasi gajah yang terus menurun serta degradasi kawasan akibat aktivitas ilegal pendatang selama 20 tahun terakhir.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-02 20:23