Standar Bensin di Indonesia: Perubahan dari Premium ke Pertalite

2026-02-01 23:43:49
Standar Bensin di Indonesia: Perubahan dari Premium ke Pertalite
SOLO, - Standar kualitas bensin di Indonesia selalu mengalami kenaikan.Mulai dari bensin Premium RON 88 yang dihapus dan digantikan dengan Pertalite RON 90.Tak berhenti di situ, saat ini Pertalite RON 90 juga dinilai memiliki kualitas yang rendah, sehingga tidak disarankan untuk mobil-mobil bermesin bensin modern.Baca juga: Panduan Memilih Bensin Sesuai dengan Spesifikasi KendaraanSebenarnya, apa yang terjadi?Ahmad Safrudin alias Puput, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan ada banyak faktor mengapa Premium dihapus dan digantikan Pertalite.“Premium RON 88 sudah terlalu rendah kualitasnya untuk mobil bermesin modern, sehingga secara bertahap dihapus dan digantikan Pertalite RON 90,” ucap Puput kepada , Jumat .Pertalite yang menggantikan Premium pun tak sepenuhnya sempurna, karena kualitasnya juga bisa dibilang di bawah standar kebutuhan mesin-mesin modern saat ini.“Mesin mobil sekarang umumnya memiliki rasio kompresi lebih tinggi, bahan bakar RON rendah seperti Premium mudah menyebabkan knocking, bikin mesin kurang bertenaga, boros, dan memperpendek usia komponen,” ucap Puput.Baca juga: Pertalite Habis, Pertamax Pun Sulit DidapatDOK. Pertamina Terlhat nozzel untuk bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, Pertalite, Bio Solar dan Pertamina Dex di salah satu SPBU Pertamina.Tak hanya pengaruh pada performa, teknologi kendaraan pada zaman dulu masih diproduksi dengan teknologi usang.Ditandai dengan boros BBM, emisi tinggi, akselerasi lambat, torsi rendah, dan sejenisnya.“Seiring perjalanan waktu, ada tuntutan efisiensi energi baik dalam rangka menghadapi shortage BBM (crude oil), mitigasi CO2 dalam rangka mengatasi perubahan iklim, serta pengendalian pencemaran udara akibat emisi kendaraan yang makin parah,” ucap Puput.Baca juga: Apa Dampak Mencampur Pertalite dengan Octane Booster pada Kendaraan?Dampak pencemaran udara pada saat itu berdampak langsung pada keselamatan manusia, berupa fatalitas yang sampai merenggut ribuan jiwa per tahun.“Saat itu, 68 ribu jiwa per tahun atau 186 jiwa per hari meninggal dunia di Indonesia karena polusi udara, belum lagi dampak ISPA, asma, pneumonia, bronkitis, jantung koroner, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya,” ucap Puput.Saat Indonesia mengadopsi standar Euro 2 pada 2007, teknologi kendaraan berubah agar lebih efisien, yakni dengan dibuat dengan compression ratio (CR) di atas 9:1.Baca juga: Pertamax Green 95 atau Pertamax Turbo: Mana yang Lebih Baik?Kompas.com/MOH.ANAS Di SPBU Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan berani mengganti jika ada konsumen BBM jenis pertalite mengeluhkan motornya mbrebet usai melakukan pembelian di SPBU tersebut, Kamis “Sebelumnya, mobil maupun sepeda motor rata-rata memiliki CR 8.5:1, maka sejak itu produksi baru otomotif dengan CR di atas 9:1, dan wajib pakai bensin minimal RON 91,” ucap Puput.Kesimpulannya, Premium RON 88 sudah tidak kompatibel dengan standar Euro 2, lalu digantikan dengan Pertalite RON 90 yang sebenarnya kualitasnya masih di bawah standar untuk mobil modern.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-01 22:33