Kronologi Pembunuhan Sopir Taksi Online Asal Tangerang, Pelaku Pura-pura Jadi Penumpang

2026-01-11 22:23:50
Kronologi Pembunuhan Sopir Taksi Online Asal Tangerang, Pelaku Pura-pura Jadi Penumpang
SERANG, - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten menangkap pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online, Muhammad Subekhan (23), asal Cikupa, Kabupaten Tangerang.Pelaku merupakan pria pengangguran asal Kota Serang, Banten, inisial An (29) yang tega menghabisi nyawa dengan berencana.Lalu, bagaimana kronologi pembunuhan berencana tersebut?Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengatakan, pada Jumat , pelaku membutuhkan kendaraan untuk operasional sehari-hari.Kemudian, pelaku mempunyai rencana untuk melakukan pencurian mobil taksi online.Baca juga: Pembunuh Sopir Taksi Online di Jembatan Cimake Banten DitangkapAn memilih mobil taksi online karena dapat dipesan melalui aplikasi dengan harapan pada saat berada di dalam kendaraan hanya terdapat pelaku An dan korban.Rencana itu pun dijalankan pada Minggu pukul 00.30 WIB dengan memesan taksi online dengan titik penjemputan di Citra Raya Tangerang."Pelaku memesan mobil online menggunakan akun palsu dengan nama Dede untuk diantar menuju Serang, tepatnya di Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani, depan UIN Serang," kata Dian.Sesampainya di depan UIN, pelaku meminta berhenti.Korban pun menghentikan laju kendaraannya dengan menarik rem tangan.Kesempatan itu pun digunakan pelaku untuk mengambil kawat yang dililit menggunakan lakban yang dipersiapkan dari dalam paper bag yang dibawa pelaku.Kawat itu langsung dikalungkan ke leher korban, lalu menariknya sehingga korban tercekik.Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Banten: Kuasai Harta Korban"Pelaku menarik kawat tersebut dengan keras kurang lebih selama kira-kira 1 menit sampai korban tidak sadarkan diri," ujar dia.Setelah memastikan korban tidak sadarkan diri, pelaku memindahkan tubuh korban yang tadinya di kursi sopir ke kursi penumpang samping sopir.Setelah itu, lanjut Dian, pelaku pindah ke kursi kemudi, lalu pelaku melanjutkan perjalanan dengan kondisi korban tak bernyawa.


(prf/ega)