– Memasuki pekan terakhir jelang Natal 2025, harga Bitcoin (BTC) dalam kondisi penuh ketidakpastian. Harga aset kripto terbesar dunia ini bergerak di sekitar level 90.000 dollar AS, sementara pelaku pasar terbelah antara optimisme dan kekhawatiran koreksi lebih dalam.Dikutip dari Cointelegraph dan TradingView, Senin , BTCUSD kembali mendekati level tertinggi beberapa hari terakhir. Pergerakan ini memberi sedikit kelegaan setelah Bitcoin sempat melemah di penutupan pekan sebelumnya.Namun, perbedaan pandangan di kalangan analis kian mencolok. Sebagian memperkirakan harga Bitcoin bisa kembali ke level terendah, sementara lainnya melihat peluang reli lanjutan menuju fase bull market penuh.Baca juga: Pasar Kripto Bergerak Variatif, Harga Bitcoin Naik Tipis ke Level 88.829,87 Dollar ASTrader CrypNuevo dalam analisis terbarunya di platform X menilai kedua skenario masih mungkin terjadi. Ia menyebut tekanan jual sudah banyak terserap sejak Bitcoin mencetak rekor tertinggi di 126.000 dollar AS dua bulan lalu.“Saya percaya kemungkinan besar tidak banyak lagi yang tersisa untuk dijual saat ini. Jadi, skenario bearish utama adalah penyapuan level terendah,” tulisnya.Menurut CrypNuevo, penurunan di bawah 80.000 dollar AS berpotensi membawa harga ke area support berikutnya di kisaran 73.000–72.000 dollar AS. Namun, ia menilai peluang tersebut semakin kecil kecuali muncul pemicu baru.Sebaliknya, CrypNuevo menargetkan area exponential moving average (EMA) 50 hari di sekitar 93.500 dollar AS sebagai sasaran jangka pendek.Baca juga: Industri Kripto Indonesia Masuki Fase Lebih Sehat Jelang 2026“Dengan kondisi ini, tidak akan mengejutkan jika terjadi lonjakan agresif hingga akhir tahun dan awal 2026,” lanjutnya.Ia menambahkan, penembusan resistance lokal di 94.500 dollar AS, yang sejalan dengan EMA 50 harian, akan menjadi sinyal kuat. Setelah itu, Bitcoin diperkirakan menghadapi resistance berat di level psikologis 100.000 dollar AS.Meski demikian, pandangan bearish tetap ada. Trader Killa memperkirakan Bitcoin bisa turun hingga 60.000 dollar AS mulai kuartal I 2026.Sementara itu, trader Roman membandingkan kondisi saat ini dengan akhir bull market 2021 dan memprediksi periode akhir tahun yang “sangat membosankan” bagi kripto dan saham.Di sisi lain, volatilitas global justru terlihat di pasar logam mulia dan obligasi Jepang.Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mencapai rekor 2,1 persen, tak lama setelah bank sentral Jepang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 30 tahun dan menyiapkan paket stimulus senilai 140 miliar dollar AS.Baca juga: Investasi Bitcoin di Tengah Volatilitas, Peluang dan Strategi bagi InvestorKetidakpastian di Jepang secara historis kerap memicu tekanan di pasar kripto. Di sisi lain, investor terlihat beralih ke aset aman. Harga emas dan perak sama-sama mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.Harga emas mencapai 4.420 dollar AS per ons pada Senin , sementara perak mendekati level 70 dollar AS untuk pertama kalinya, naik hampir 150 persen sepanjang 2025.
(prf/ega)
Bitcoin Gagal Breakout, Emas dan Perak Cetak Rekor Baru
2026-01-12 05:13:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:53
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 03:47










































