Pemerintah Bangun 500 Unit Rumah untuk Korban Bencana Sumatera dalam Seminggu

2026-02-03 06:03:51
Pemerintah Bangun 500 Unit Rumah untuk Korban Bencana Sumatera dalam Seminggu
JAKARTA, - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, sebanyak 500 unit rumah untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bakal selesai dibangun dalam seminggu pertama oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Target tersebut dibahas ketika Seskab Teddy menerima Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab), Jakarta Pusat, pada Rabu malam."Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal sebagai berikut: Perkembangan pembangunan rumah hunian oleh BUMN. Dalam 1 minggu pertama, ditargetkan sedikitnya 500 unit rumah telah selesai dibangun dari total 15.000 unit yang dikerjakan BUMN Desember ini," kata Teddy dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis .Baca juga: Bencana Sumatera dan Batas Klaim “Kita Mampu”Teddy mengungkapkan, selain pembangunan rumah yang dikerjakan BUMN, pengerjaan hunian oleh BNPB dan Kementerian PUPR juga sedang berjalan.Dalam pertemuan itu, Teddy juga menerima laporan terkait pemulihan Base Transceiver Station (BTS) milik BUMN.Targetnya, BTS-BTS milik BUMN itu dapat segera berfungsi secara optimal pasca pemulihan.Kemudian, upaya badan usaha pelat merah yang turut memberikan dukungan pada kebutuhan korban pascabencana, meliputi alat berat dan air bersih.Baca juga: Pesan Natal Presiden hingga Wapres: Doakan Korban Bencana Sumatera "Dukungan berkelanjutan dari BUMN, berupa pengiriman puluhan alat berat, tangki air bersih, serta ribuan pekerja, terutama untuk kegiatan pemulihan dan pembersihan di Aceh Tamiang," ucap Teddy.Teddy bilang, seluruh unsur pemerintah bekerja secepat mungkin agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala."Seluruh kegiatan dilakukan bersama-sama dengan warga yang terus bahu-membahu bersama petugas memulihkan situasi ini," ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 04:15