Sebulan Usai Banjir Sumatera, Menko PMK: Kami Tak Libur Tangani Bencana

2026-02-03 22:15:50
Sebulan Usai Banjir Sumatera, Menko PMK: Kami Tak Libur Tangani Bencana
JAKARTA, - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan pemerintah tidak libur menangani situasi pasca-bencana banjir Sumatera yang kini berusia sebulan.“Bapak ibu yang saya hormati, hari ini tepat satu bulan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Pratikno dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis .Baca juga: Menko Pratikno soal Bencana Sumatera: Ini adalah Prioritas NasionalPratikno menjelaskan dirinya sedang berada di Aceh untuk mengawal langsung penanganan pasca-bencana air bah dan tanah longsor.Dia memastikan bahwa langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana terus dijalankan semua jajarannya.“Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi menolong masyarakat yang terdampak bencana,” kata Pratikno.Sebagian wilayah terdampak banjir Sumatera telah menuju fase pemulihan, namun banyak pula yang masih berada di fase tanggap darurat.Sebanyak 12 dari 52 kabupaten/kota di 3 provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) sudah memasuki transisi ke fase pemulihan.Baca juga: Sebulan Usai Banjir Sumatera, Korban Tewas Capai 1.135 OrangDi Aceh, masih ada 11 kabupaten/kota yang memperpanjang status tanggap darurat.“Untuk masih memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan oleh warga bisa dilakukan dengan maksimal, dan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase pemulihan,” kata Pratikno.Korban tewas banjir Sumatera mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025 ini.Angka korban tewas tertinggi dicatat BNPB berasal dari wilayah Aceh Utara dengan 205 orang, disusul Tapanuli Tengah sebanyak 191 orang, dan Tapanuli Selatan sebanyak 133 orang.Masih ada 173 orang yang hilang karena banjir Sumatera.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-03 21:13