– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.Hal itu disampaikan Purbaya dalam kuliah umum memperingati Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga, Senin .Menurut Purbaya, konsumsi dalam negeri berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, bahkan mencapai sekitar 90 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Baca juga: SMI Jawab Tantangan Purbaya Salurkan Utang Rp 6 Triliun ke PemdaKarena itu, menjaga daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.“Jadi walaupun kondisi global gonjang-ganjing, kalau saya jaga permintaan domestik yang 80 persen masih bisa cukup untuk menopang pertumbuhan dalam negeri,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Selasa .Ia memperkenalkan konsep Sumitronomics, filosofi ekonomi yang menekankan tiga pilar utama pembangunan, yakni pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat, dan stabilitas nasional yang dinamis.Baca juga: Purbaya Bantah Redenominasi Rp 1.000 Jadi Rp 1 Berlaku Tahun DepanPurbaya optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi antara 6 sampai 8 persen jika strategi pembangunan dijalankan dengan konsisten.Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan tiga mesin utama ekonomi, yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor swasta.“Ekonomi kita bisa cepat jika tiga mesin jalan—fiskal, moneter, dan terejawantahkan pada sektor swasta yang tumbuh lebih cepat,” kata Purbaya.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Ekonomi Global Goyang, Purbaya Yakin Konsumsi Masyarakat Jadi Penopang
(prf/ega)
Purbaya Tekankan Konsumsi Jadi Penopang Ekonomi di Tengah Gejolak Global
2026-01-12 05:34:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 04:33
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 04:10










































