HUT ke-14 Nasdem, Ini Sejarah Berdirinya Partai Bentukan Surya Paloh

2026-01-12 05:39:30
HUT ke-14 Nasdem, Ini Sejarah Berdirinya Partai Bentukan Surya Paloh
JAKARTA, - Partai Nasdem resmi memasuki usia ke-14 tahun pada perayaan yang digelar di Nasdem Tower, Jakarta, pada Senin .Puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai Nasdem mengangkat tema "Konsisten Membawa Arus Perubahan" yang dihadiri langsung oleh sang ketua umum, Surya Paloh.Nampak pula, Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi, Wakil Ketua Umum Nasdem Saan Mustopa, Sekjen Hermawi Taslim, Bendahara Umum Ahmad Sahroni, hingga anggota Majelis Tinggi NasDem Lestari Moerdijat.Baca juga: HUT Ke-14 Nasdem, Surya Paloh Kenang Perolehan Kursi yang Naik Tiap PemiluDalam arahannya, Surya Paloh mengaku bersyukur karena Partai Nasdem terus mencapai kemajuan setiap tahunnya.Eks elite Partai Golkar itu bahkan masih mengingat Partai Nasdem yang akhirnya mampu mengamankan kursi setelah melewati ambang batas parlemen pada pemilihan umum (Pemilu) 2014."Sebagai kader Partai Nasdem, saya sungguh amat mensyukuri, Nasdem hadir sebagai institusi partai politik dengan semua kader yang sejak awal mendedikasikan diri, kita berkumpul berada di dalam partai besar Nasdem ini," ujar Surya Paloh dalam arahannya.Lantas, seperti apa sejarah pendirian Partai Nasdem yang awalnya merupakan organisasi masyarakat (ormas) bentukan Surya Paloh? Berikut rangkumannya oleh Kompas.com:Baca juga: Nasdem Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Tak Ada Pemimpin Sempurna/FIKA NURUL ULYA Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh mengenang perolehan kursi Parlemen yang diterima partainya selalu meningkat setiap Pemilihan Umum (Pemilu), selama berdiri sebagai partai politik selama 14 tahun. Kenangan itu diceritakan Surya Paloh saat puncak acara HUT ke-14 di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa . Pada 1 Februari 2011, Surya Paloh yang sudah memutuskan keluar dari Partai Golkar membentuk ormas bernama Nasional Demokrat (Nasdem) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.Dilansir dari laman resmi DPP Partai Nasdem, ormas tersebut akhirnya dinaikkan statusnya menjadi partai politik oleh Surya Paloh yang mengusung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.Akhirnya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengesahkan Partai Nasdem sebagai badan hukum pada 11 November 2011. Penetapan itu sekaligus menjadi tanggal resmi berdirinya partai berwarna dominan biru tua tersebut.Baca juga: Soal Sidang Etik Sahroni-Nafa Urbach, Nasdem: Kita Ikuti Mekanisme di MKDSlogan "Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia" merupakan upaya Partai Nasdem memulihkan, mengembalikan, dan memajukan fungsi pemerintahan sesuai cita-cita Proklamasi 1945.Semangat itu kemudian diterjemahkan Partai Nasdem melalui empat agenda besar, yakni memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan kehidupan berbangsa.Tonggak penting perjalanan Partai Nasdem terjadi saat Kongres I yang digelar pada 25–26 Januari 2013. Dalam forum tersebut, seluruh peserta kongres secara aklamasi menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum DPP untuk periode 2013–2018.Pada tahun yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui SK Nomor 05/Kpts/KPU/2013 menetapkan Partai Nasdem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi administrasi dan faktual untuk Pemilu 2014.Baca juga: Elektabilitas 8 Parpol di DPR Versi IPO: Gerindra Tertinggi, Nasdem TerendahSejak saat itu, Partai Nasdem telah mengikuti tiga kali pemilu, yakni pada 2014, 2019, dan 2024 dengan raihan suara yang terus meningkat.Pesatnya karier politik Partai Nasdem tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan dalam peta perpolitikan nasional.Berikut jumlah kursi Partai Nasdem di DPR pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024:Baca juga: Surya Paloh hingga Ahmad Sahroni Hadiri Puncak HUT Nasdem Adapun terkait pemilihan presiden (Pilpres), Partai Nasdem mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada dua periode kontestasi, yakni pada 2014 dan 2019.Pada Pilpres 2024, Partai Nasdem membentuk Koalisi Perubahan bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Anies Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar.


(prf/ega)