Mengurai Peran Strategis IHT dalam Rantai Nilai Ekonomi Indonesia

2026-01-12 03:37:53
Mengurai Peran Strategis IHT dalam Rantai Nilai Ekonomi Indonesia
- Litbang Kompas melakukan studi mendalam mengenai kontribusi Industri Hasil Tembakau (IHT) dari hulu ke hilir terhadap perekonomian nasional, termasuk peran penting yang dijalankan oleh salah satu pelaku utama di sektor ini, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Studi tersebut mengungkapkan bahwa IHT memiliki posisi strategis dalam lanskap ekonomi Indonesia. Tidak hanya sebagai bagian dari sektor industri pengolahan, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lintas sektor. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa IHT merupakan salah satu sektor yang secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan riset Litbang Kompas, IHT menyumbang sekitar 4,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pengolahan. Angka ini menempatkan IHT di jajaran 10 sektor utama yang menjadi tulang punggung industri pengolahan di Indonesia. Selain kontribusi terhadap PDB, IHT juga menunjukkan daya ungkit tinggi terhadap ketenagakerjaan. Baca juga: Transformasi Menuju Dunia Bebas Asap lewat Alternatif yang Lebih Baik dan Inovatif Dalam klasifikasi sektor padat karya, IHT termasuk dalam tiga sektor penyumbang PDB industri pengolahan terbesar, dengan kapasitas menyerap jutaan pekerja. Berdasarkan catatan Litbang Kompas, industri tersebut menciptakan sekitar 2,6 juta lapangan kerja. Jika memperhitungkan rantai nilai dan sektor terkait, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 6 juta orang, baik formal maupun informal. Angka tersebut tidak hanya menunjukkan kapasitas daya serap tenaga kerja, tetapi juga memperkuat posisi IHT sebagai sistem ekonomi yang inklusif dan terintegrasi.Salah satu aktor utama dalam ekosistem IHT adalah HMSP, yang memainkan peran sentral dalam rantai pasok industri, mulai dari pembelian bahan baku di sektor pertanian hingga distribusi produk ke sektor retail dan logistik. Dengan skala operasi yang besar dan pangsa pasar mencapai 27,4 persen, HMSP berperan sebagai penghubung utama yang memastikan proses hilirisasi berjalan efisien dan berkelanjutan.Baca juga: Inovasi Vs Skeptisisme, Menapaki Jalan Menuju Dunia Bebas AsapRiset Litbang Kompas mencatat bahwa aktivitas ekonomi HMSP menghasilkan dampak berganda senilai Rp 204,1 triliun per tahun, setara dengan sekitar 1 persen dari PDB nasional. Efek ini tecermin dalam rasio multiplier sebesar 1,7 kali lipat, di mana setiap Rp 1.000 yang dihasilkan dari aktivitas bisnis HMSP mampu menggerakkan nilai ekonomi hingga Rp 1.700. Adapun nilai tambah yang dihasilkan HMSP bahkan setara dengan sekitar 50 persen dari total PDB sektor IHT, menjadikannya sebagai kontributor tunggal terbesar dalam industri ini. 


(prf/ega)