Tanggapi Konflik Internal PBNU, Ulama NU Bangkalan Harap Semua Pihak Tahan Diri

2026-01-12 03:52:53
Tanggapi Konflik Internal PBNU, Ulama NU Bangkalan Harap Semua Pihak Tahan Diri
BANGKALAN, - Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini menjadi perhatian masyarakat luas, termasuk ulama sepuh asal Bangkalan, Jawa Timur, sekaligus dzurriyah Syaikhona Kholil, KH Imam Bukhori.Ia berharap perseteruan itu tidak berlarut-larut.Apalagi, NU merupakan organisasi yang besar di Indonesia dan dibangun oleh para pendahulu dengan niat yang mulia."Yang paling utama itu keutuhan jam'iyah NU dan saya berharap semua pihak bisa menahan diri," ucapnya, Senin .Baca juga: Ada Risalah Pemberhentian Ketum PBNU, Putra Pendiri NU: Mestinya Tabayun DuluIa mengatakan, permasalahan itu bermula dari keberadaan Peter Berkowitz, akademisi pro-Zionis-Israel pada acara Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang dinilai merusak marwah NU."Sudah diingatkan terkait pengkaderan dalam AKN NU agar jangan berafiliasi dengan zionis. Tapi tetap kecolongan dengan masuknya Peter Berkowitz," ujarnya.Hal itu mengakibatkan Rois Syuriah PBNU menggelar rapat harian dan menghasilkan keputusan bahwa Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, harus mundur dari jabatannya."Maka rapat Syuriah kemarin menyerahkan sepenuhnya pada Rois Am untuk mengambil keputusan dan keputusannya diberikan waktu tiga hari untuk mundur," tuturnya.Baca juga: Tak Akan Mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya Klaim Didukung Jajaran PWNUDi sisi lain, keputusan itu dianggap tak cukup kuat.Sebab, pemberhentian Ketum PBNU harus melalui muktamar."Tentu saya memahami adanya pemikiran-pemikiran itu. Saya menghormati adanya sudut pandang tersebut," ujar dia.KH Imam Bukhori yang juga Rois Syuriah PBNU ini berharap, masalah tersebut bisa segera diselesaikan sehingga tidak berdampak negatif pada keberlangsungan NU ke depannya.


(prf/ega)