IHSG Ditutup Menguat 0,43 Persen ke Level 8.686

2026-02-05 12:02:33
IHSG Ditutup Menguat 0,43 Persen ke Level 8.686
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa .Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,43 persen atau 36,81 poin ke level 8.686,47.Data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, sepanjang sesi perdagangan, IHSG dibuka di posisi 8.696,70 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.700,86 dan level terendah 8.611,35, sebelum kembali bergerak menguat hingga penutupan.Baca juga: IHSG Dibuka ke Zona Hijau, Naik 0,11 Persen ke Posisi 8.659,0PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham. Aktivitas perdagangan berlangsung ramai dengan volume transaksi mencapai 49,49 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 29,45 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 2.740.481 kali.Dari sisi pergerakan saham, 355 saham menguat, 296 saham melemah, dan 146 saham lainnya bergerak stagnan.Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 15.938,51 triliun.Aecara sektoral, teknologi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan paling 3,16 persen, energi menguat 1,37 persen, dan infrastruktur naik 0,84 persen.Baca juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi ke Level 8.464-8.560, Cek Saham Rekomendasi AnalisKemudian, saham sektor transportasi dan logistik menguat 0,59 persen, properti naik tipis 0,54 persen, industri menguat 0,29 persen, barang konsumsi non-primer naik 0,34 persen, dan industri dasar menguat 0,05 persen.Di sisi lain, sektor kesehatan terkoreksi 0,15 persen, diikuti keuangan yang melemah tipis 0,10 persen, sementara barang konsumsi primer turun 0,06 persen.Lebih jauh, pergerakan saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 berlangsung bervariasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah 2,71 persen ke level Rp 8.075.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-05 12:12