JAKARTA, - Penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia diperkirakan menghadapi tantangan lebih besar pada 2026, seiring berakhirnya sejumlah insentif dari pemerintah.Kondisi tersebut berpotensi memperlambat pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi dibandingkan tahun sebelumnya.Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai pemberian insentif impor mobil listrik dan PPN 10 persen yang berakhir pada 31 Desember 2025 telah mendorong minat beli konsumen kelas menengah.Baca juga: Kaca Helm Tepat Saat Hujan: Visor Bening, Anti-Embun, Anti-GoresDok. Carscoops Ilustrasi mobil listrik. Pemerintah kembali menerapkan insentif pajak yang ditanggung pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada tahun 2025.
(prf/ega)
Insentif Berakhir, Penjualan Mobil Listrik 2026 Diprediksi Melambat
2026-01-11 04:04:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:16
| 2026-01-11 03:01
| 2026-01-11 01:43
| 2026-01-11 01:35










































