Suwari, Pembuat Patung Macan di Kediri Kini Banjir Pesanan

2026-02-01 18:38:57
Suwari, Pembuat Patung Macan di Kediri Kini Banjir Pesanan
KEDIRI,  - Adanya pro dan kontra terkait fasad atau bentuk patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri Jawa Timur, ternyata membawa berkah tersendiri bagi sang pembuat patung.Suwari, warga setempat sekaligus pematung macan putih yang tengah viral itu kini banjir pujian dari masyarakat yang mengapresiasi karyanya karena memandangnya sebagai seni.Bahkan, lansia yang juga kerap dimintai tolong membuat patung di desanya itu nampaknya akan semakin sibuk ke depannya. Sebab, dia kini banjir orderan.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Balongjeruk, Safi'i, seusai bertemu langsung dengan Suwari."Dia sampai nyembah-nyembah saya sambil bilang terima kasih karena merasa berkat saya namanya kini jadi terkenal,” ujar Safi'i pada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Pembuat Patung Macan Viral di Kediri: Dibuat 18 Hari dan Dibayar Rp 2 Juta Selain terkenal, Safi'i menyebut, Suwari juga sudah mendapatkan pesanan sebanyak empat patung dari berbagai bentuk yang dipesan oleh para penggemarnya."Dia juga bilang, kalau sekarang banyak yang pesan patung kepadanya. Saat ini saja sudah ada empat pesanan,” kata Kades Balongjeruk.Ada pun latar belakang Suwari adalah seniman lokal yang berangkat dari seni ludruk. Pada grup ludruk keliling itu, dia mengambil peran sebagai penabuh gamelan.Kini, setelah tidak lagi aktif di kesenian ludruk, Suwari berkecimpung di seni rupa dengan banyaknya dimintai tolong pembuatan patung. Termasuk sebuah patung rajawali yang ada di desa sebelah.Baca juga: Pengakuan Pembuat Patung Macan di Kediri, Sengaja agar Tak Takuti Anak-anakMeskipun kerap mendapatkan pekerjaan membuat patung, Suwari tidak mematok harga tinggi untuk jasanya.Patung macan putih yang tengah viral itu misalnya, Suwari hanya meminta biaya jasa pembuatan sebesar Rp 2 juta, yang dikerjakannya selama 18 hari.“Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” ujar Suwari dalam kesempatan sebelumnya.Sebelumnya diberitakan, patung macan di Desa Balongjeruk menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambaran anatomi tubuhnya dirasa melenceng jauh dari bentuk Macan yang selama ini dikenal sangat gagah dan garang itu.Adanya sorotan tersebut sempat membuat patung tersebut akan dirobohkan. Namun, urung dilakukan karena ternyata malah dirasa mampu membawa dampak positif bagi desa, yakni mulai dari melambungnya nama desa hingga naiknya ekonomi warga sekitar.Baca juga: Patung Macan di Kediri Tak Jadi Dibongkar, Angkat Nama Desa hingga Pedagang


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-01 17:38