Studi Jepang: Konsumsi Ramen 3 Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian, Siapa yang Paling Rentan?

2026-01-11 23:02:52
Studi Jepang: Konsumsi Ramen 3 Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian, Siapa yang Paling Rentan?
- Tim peneliti di Prefektur Yamagata, Jepang utara, menemukan bahwa kebiasaan makan ramen tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kematian hingga 1,52 kali.Temuan ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, Health and Aging edisi 4 Agustus 2025.Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Yamagata dan Universitas Ilmu Gizi Yonezawa Prefektural Yamagata.Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini belum cukup kuat secara statistik untuk menyimpulkan bahwa ramen benar-benar berbahaya, dikutip dari Kyodo News .Mereka menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan antara konsumsi mi dalam jumlah besar dan dampaknya terhadap kesehatan.Baca juga: Studi: Sering Makan Ramen Tingkatkan Risiko KematianDilansir dari The Mainichi , Kota Yamagata selama tiga tahun berturut-turut tercatat sebagai daerah dengan pengeluaran rumah tangga tahunan tertinggi untuk ramen di Jepang.Menurut tim peneliti, studi ini melibatkan 6.725 penduduk berusia 40 tahun ke atas di prefektur tersebut yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.Temuan penelitian didasarkan pada data “Yamagata cohort study” yang melacak para peserta dari 2009 hingga 2023.Para responden dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan frekuensi konsumsi ramen, yaitu:Dari sini, para peneliti meneliti keterkaitan antara frekuensi makan ramen dan risiko kematian.Hasilnya menunjukkan, kelompok yang makan ramen tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko kematian 1,52 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang makan sekali atau dua kali seminggu.Kendati demikian, temuan ini belum dianggap cukup signifikan secara statistik untuk menyatakannya sebagai “bahaya pasti”.Pasalnya, peningkatan risiko tersebut diduga dipengaruhi faktor gaya hidup yang umum di kalangan pengonsumsi ramen berat, seperti asupan garam yang berlebihan, kebiasaan minum alkohol, dan merokok.Selama masa tindak lanjut, tercatat 145 peserta meninggal. Sebanyak 100 orang meninggal akibat kanker dan 29 orang karena penyakit jantung.Baca juga: Mi Instan Terenak di Dunia 2025 Versi The Ramen Rater, Ada dari Indonesia?Para peneliti menegaskan, studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan bahwa ramen secara langsung menyebabkan kematian dini, dikutip dari The Independent .


(prf/ega)