JAKARTA, - Pemerintah mulai menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) terkait bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan, meski penanganan saat ini masih berfokus pada tanggap darurat, perencanaan jangka menengah sudah mulai dibahas, termasuk penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap.“Pada saat yang bersamaan, pada tanggap darurat ini, kita juga sudah memulai merancang untuk rehab-rekon, penyiapan huntara, hunian sementara. Penyiapan hunian tetap tadi juga kita bicarakan,” kata Pratikno dalam konferensi pers, Minggu .Baca juga: Berhentilah Menyalahkan Hujan Penyebab Bencana di Pulau SumateraPratikno menuturkan, pemerintah menginginkan tahap tanggap darurat segera dituntaskan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dimulai secepatnya.“Kita ingin bahwa tanggap darurat bisa selesai dan masuk tahap rehab-rekon dalam waktu yang secepat-cepatnya agar masyarakat segera pulih, beraktivitas seperti biasa, dan lebih tangguh menghadapi bencana ke depan,” kata dia.Pratikno menyampaikan bahwa dampak siklon tropis Senyar sangat berat sehingga pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan kebutuhan warga yang kehilangan rumah.Baca juga: Update Bencana Sumatera: 442 Orang Meninggal, 402 Warga Masih HilangPenanganan di lapangan juga dihadapkan pada sejumlah kendala teknis, termasuk penyediaan alat berat.“Mohon pengertian masyarakat. Banyak sekali kendala yang kita hadapi, misalnya pengerahan alat berat yang tidak mudah. Tetapi akan terus-menerus kita upayakan,” ujar dia.Hari ini, Pratikno bersama Kepala BNPB meninjau Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga untuk memetakan kebutuhan mendesak di lapangan.Baca juga: Pemerintah Minta Pengertian, Banyak Kendala Tangani Bencana di SumateraSelain pemulihan listrik, BBM, dan logistik, pemerintah memastikan proses penanganan saat ini diarahkan agar transisi menuju tahap rehab-rekon dapat berjalan mulus.Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu , total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera.Data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang dilaporkan Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu malam.
(prf/ega)
Pemerintah Mulai Siapkan Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sumatera
2026-01-12 06:20:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 04:52










































