Kebakaran Los Pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Api Merambat dalam Hitungan Menit

2026-01-12 10:28:47
Kebakaran Los Pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Api Merambat dalam Hitungan Menit
JAKARTA, – Kobaran api yang membakar los pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi, disebut cepat merambat.Si jago merah itu menjalar di area los yang dipenuhi material mudah terbakar, sehingga memicu kepanikan pedagang dan warga sekitar."Cepat banget merembet ini, hitungan menit ini, karena angin terus banyak kayu sama plastik," ujar Ridwan, salah satu sopir truk yang berada di area pasar saat kejadian.Baca juga: Kebakaran Los Pepaya Kramat Jati Diduga Dipicu Korsleting Toko PlastikAdapun kebakaran diduga dipicu korsleting dari sebuah toko plastik di sekitar lokasi."Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Dengar ledakan saya, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung," jelas Ridwan.Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, asap hitam tebal membumbung tinggi dari kawasan Pasar Induk Kramat Jati.Sejumlah pedagang tampak berlarian menjauh sesaat setelah dua kali suara ledakan terdengar dari area los.Di sekitar titik kebakaran, peti-peti kayu dan material dagangan berserakan, dengan sebagian di antaranya tampak hangus terbakar.Kondisi tersebut membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan pada tahap awal.Baca juga: Kebakaran Los Pepaya Pasar Kramat Jati, Asap Hitam Membubung dan Pedagang BerlarianSejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.Petugas berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap pekat yang menyelimuti area pasar, sementara kendaraan pemadam dengan lampu darurat menyala terlihat bersiaga di sekitar lokasi.Aparat kepolisian juga berada di lokasi dan mengimbau pedagang serta warga untuk menjauh dari area kebakaran demi keselamatan serta kelancaran proses pemadaman.Petugas piket pemadam kebakaran menyatakan situasi kebakaran masih merah.Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan 80 personel dikerahkan untuk memadamkan api.


(prf/ega)