Ekonom Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Ada Apa?

2026-02-04 23:48:06
Ekonom Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Ada Apa?
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang tercatat 5,12 persen.Meski demikian, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 dipandang masih menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi di tengah tekanan global dan domestik.Baca juga: Apakah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dirasakan Masyarakat Kelas Bawah?PEXELS/TOM FISK Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan capaian pada kuartal IV-2024 yang tumbuh 5,02 persen dan kuartal I-2024 yang tumbuh 5,11 persen.Namun demikian, sejumlah ekonom menyoroti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025. Ekonom dan peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menyebut, ada beberapa anomali dalam data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025. "Misalnya, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 5,49 persen, tetapi berdasarkan laporan APBN, belanja pemerintah tumbuh minus 5,14 persen," kata Riefky ketika berbincang dengan Kompas.com, Rabu .Selain itu, imbuh Riefky, pembentukan modal untuk mesin tumbuh sebesar 17 persen, tetapi sebagian besar mesin di Indonesia diimpor. Sementara, impor hanya tumbuh sebesar 1,18 persen.Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 5,04 Persen, Ekonom: Terlalu OptimistisSelanjutnya, kata Riefky, perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 5,49 persen pada kuartal III 2025, tetapi penerimaan PPN tetap terkontraksi."Jadi, masih banyak anomali dan data makro yang tidak sesuai," ungkap dia. Dalam laporannya, LPEM FEB UI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 mencapai 4,88 persen, dengan rentang estimasi 4,86 sampai 4,90 persen.Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 4,95 persen, dengan rentang estimasi antara 4,93 hingga 4,97 persen. Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 5,04 Persen, Ekonom: Terlalu Optimistis


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 22:23