Kebohongan Pria Ngaku Anak Anggota Propam Buat Hindari Debt Collector

2026-01-17 03:25:52
Kebohongan Pria Ngaku Anak Anggota Propam Buat Hindari Debt Collector
Viral video yang memperlihatkan seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai anak anggota Propam Polda Metro Jaya dan meminjam mobil barang bukti. Ternyata pria itu hanya mengaku-ngaku untuk menghindari debt collector.Dari video yang beredar, seperti dilihat detikcom, tampak pria itu tengah ditanya oleh beberapa orang di sebuah parkiran mal terkait mobil yang diduga barang bukti kasus. Pria itu mengaku meminjam mobil dan juga menyebut bahwa dia anak dari anggota Propam Polda Metro Jaya."Sudah didalami oleh Propam tentang video tersebut dan tidak benar orang tua yang bersangkutan berdinas di Propam Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Minggu (23/11/2025).Budi Hermanto juga membantah bahwa mobil itu merupakan barang bukti yang dipinjam. Berdasarkan hasil penelusuran, mobil itu statusnya pindah kredit."Kendaraan dimaksud statusnya pindah credit, bukan mobil barang bukti dan saat ini masih didalami apa maksud yang bersangkutan menyampaikan hal tersebut," ujarnya.Saat ini pria itu diketahui tengah berada di Yogyakarta. Pihak kepolisian akan segera meminta keterangan dia terkait ucapannya tersebut."Iya saat ini berada di Jogja tentunya harus diminta keterangan dengan statement yang bersangkutan itu apa dan kendaraan itu sudah dapat dipastikan bukan barang bukti," tuturnya. Belakangan diketahui pria itu berinisial MAF. Dia menyampaikan permintaan maaf. Dia meminta maaf lantaran memberikan informasi bohong yang berdampak pada institusi Polri."Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri," kata pria itu dalam keterangan video yang didapat detikcom, Minggu (23/11).Pria tersebut juga mengklarifikasi bahwa dia bukan merupakan anak anggota Propam Polda Metro Jaya. Selain itu, mobil yang dia bawa bukan merupakan mobil barang bukti kasus."Tidak benar orang tua saya berdinas di Propam Polda Metro. Kemudian, kedua terkait kendaraan tersebut tidak benar juga BB (barang bukti) milik Polri," ujarnya. Dia mengaku terpaksa melakukan hal itu lantaran mendapatkan tekanan dari debt collector. Diketahui mobil yang dia bawa itu statusnya pindah kredit."Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena saya mendapatkan tekanan dan intimidasi dari debt collector," tuturnya.Lihat Video 'Viral Pria Ngaku Anak Propam Demi Hindari Debt Collector, Akhirnya Minta Maaf':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-17 03:03