Banjir 70 Cm Rendam Jalan Nasional Padang–Pasaman Barat, Akses Transportasi Terputus

2026-01-11 19:45:21
Banjir 70 Cm Rendam Jalan Nasional Padang–Pasaman Barat, Akses Transportasi Terputus
– Sejumlah ruas jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), lumpuh akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Kamis .Ketinggian banjir yang mencapai 30–70 sentimeter membuat akses transportasi antara Padang–Pasaman Barat terputus total.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan banjir terjadi di ruas jalan nasional Muaro Kandang, Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan. Kondisi ini membuat kendaraan tidak bisa melintas karena genangan air cukup tinggi."Banjir itu terjadi di Muaro Kandang, Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan. Kendaraan tidak bisa melewati ruas jalan itu karena air cukup tinggi menggenangi jalan usai curah hujan cukup tinggi semenjak Rabu malam sampai Kamis pagi,” ujar Rahmat di Lubuk Basung, Kamis.Baca juga: Banjir Bandang Agam Sumbar: 2 Warga Hilang, Puluhan MengungsiSelain jalan nasional menuju Pasaman Barat, jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi juga tidak dapat dilalui. BPBD Agam melaporkan terjadi tanah longsor besar di Muko-Muko dan Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya. Material longsor menutup seluruh badan jalan.Tidak hanya itu, ruas jalan lain juga terendam banjir setinggi 50 sentimeter di Sungai Rangeh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga memperburuk gangguan arus lalu lintas di kawasan tersebut.Rahmat menegaskan bahwa akses transportasi ke Bukittinggi hampir seluruhnya lumpuh.“Jalan menuju Lubuk Basung ke Bukittinggi terputus total, karena banyak titik longsor dan banjir. Saat ini arus lalu lintas yang aman hanya Lubuk Basung menuju Kota Padang,” katanya.BPBD Agam juga melaporkan bahwa jalan provinsi Palembayan–Bukittinggi ikut terdampak banjir, sehingga kendaraan tidak bisa melintas.Baca juga: Pemukiman Warga di Malalak Agam Disapu Banjir BandangKondisi serupa terjadi di jalur Padang–Bukittinggi via Malalak, yang terputus akibat material longsor di wilayah Malalak.Putusnya jalur Malalak menjadi masalah besar, mengingat rute tersebut selama ini merupakan jalan alternatif penting ketika jalur utama Padang–Bukittinggi macet atau terganggu.Bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, dan pohon tumbang melanda Kabupaten Agam akibat curah hujan tinggi sejak 22–27 November 2025. Setidaknya 13 dari 16 kecamatan dilaporkan terdampak bencana.BPBD Agam menyebut kondisi cuaca ekstrem ini memicu kerusakan infrastruktur, gangguan konektivitas antarwilayah, serta memaksa sejumlah warga mengungsi.Hingga Kamis , sekitar 135 Kepala Keluarga (KK) dari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Rabu sore.Banjir bandang di Malalak dilaporkan menyebabkan puluhan rumah rusak berat maupun ringan. Dua warga juga dinyatakan hilang setelah terseret arus deras.Baca juga: Banjir dan Longsor Meluas, Agam Tanggap Darurat dan Liburkan SekolahBPBD bersama aparat gabungan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan pemerintah nagari terus melakukan penanganan lapangan, mulai dari pencarian korban hilang, pembukaan akses jalan, hingga distribusi logistik darurat kepada penyintas.


(prf/ega)