Kapolri Wanti-wanti Pengamanan Tempat Wisata Saat Nataru, Minta Pantau BMKG

2026-01-12 09:15:23
Kapolri Wanti-wanti Pengamanan Tempat Wisata Saat Nataru, Minta Pantau BMKG
JAKARTA, - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mewanti-wanti jajaran kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengamanan di tempat-tempat wisata selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Perhatian khusus juga diminta terkait potensi cuaca ekstrem berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)."Kemudian obyek wisata ini juga menjadi atensi kita, sehingga kemudian rekan-rekan betul-betul harus terus bekerja sama memonitor BMKG dan kemudian menginformasikan dan bila perlu memberikan larangan kalau memang di tempat-tempat tersebut terjadi kerawanan, kerja sama dengan pemerintah daerah, kerja sama dengan stakeholder terkait," kata Sigit, dalam keterangan resmi yang dibagikan Humas Polri, Senin .Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral kesiapan pengamanan dan pelayanan Nataru di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada hari yang sama.Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang yang Melanda Jakarta dan SekitarnyaMenurut Sigit, lonjakan kunjungan ke lokasi wisata pada libur akhir tahun berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama jika dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu.Oleh karena itu, koordinasi antara Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait harus diperkuat.Sigit juga menegaskan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan pengamanan dan pelayanan Natal Tahun Baru.Ia menilai, keberhasilan pengamanan Natal Tahun Baru merupakan cerminan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.“Tentunya sinergisitas adalah kunci. Keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru ini adalah keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Natal dan Tahun Baru," ujar Sigit.Baca juga: Kepala BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di 6 ProvinsiDia menyampaikan, Polri akan mengerahkan personel di titik-titik rawan yang berpotensi mengalami kepadatan maupun gangguan keamanan akibat pergerakan masyarakat selama Natal Tahun Baru.Selain itu, kesiapan khusus juga disiapkan di wilayah yang berpotensi terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Untuk memastikan pengamanan berjalan optimal, Polri menggelar Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan dari Polri, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait.Baca juga: Lapor Prabowo, Kepala BMKG: Ada 3 Siklon yang Mengepung IndonesiaTerdapat 44.436 obyek pengamanan yang mencakup gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga obyek wisata dan lokasi perayaan.Selain itu, terdapat 763 pos pelayanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat istirahat sementara, serta 333 pos terpadu sebagai pusat komando dan kendali operasi.“Pospam yang biasanya kita bangun kita siapkan di lokasi-lokasi ibadah, tempat wisata untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar mulai dari patroli, kemudian kunjungan ke lokasi wisata, dan sebagainya," ucap Sigit.


(prf/ega)