Waspada Cuaca Ekstrem di Banten hingga Awal Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai

2026-02-05 04:25:05
Waspada Cuaca Ekstrem di Banten hingga Awal Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai
Jakarta - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II (BBMKG Wilayah II) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Banten pada periode 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, serta Bibit Siklon 90S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten.“Siklon Tropis Hayley terpantau dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot atau 83 kilometer per jam dan tekanan minimum 989 hPa. Sistem ini berpotensi meningkat menjadi kategori dua dalam 24 jam ke depan, meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia,” kata Hartanto, dilansir dari Antara, Senin .AdvertisementIa mengatakan, selain pengaruh siklon tropis, dinamika atmosfer di wilayah Banten juga diperkuat oleh aktifnya gelombang Equator Rossby dan Low Frequency, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang relatif labil.“Kombinasi faktor tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Banten dalam sepekan ke depan,” ujarnya.BBMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian timur dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian utara dan timur, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian barat dan tengah, serta Kota Tangerang. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-05 03:17