Prestasi Renang Indonesia di SEA Games 2025: 3 Medali Emas, 3 Perak, 5 Perunggu

2026-01-15 02:13:50
Prestasi Renang Indonesia di SEA Games 2025: 3 Medali Emas, 3 Perak, 5 Perunggu
- Tim renang Indonesia menutup rangkaian lomba SEA Games 2025 Thailand dengan tambahan satu medali perak dan satu perunggu pada hari terakhir perlombaan.Laga pamungkas cabang olahraga renang SEA Games 2025 berlangsung di Swimming Pool Sports Authority of Thailand, Bangkok, Senin .Medali perak diraih Farrel Armandio Tangkas dari nomor gaya punggung 200 meter putra. Sementara itu, medali perunggu disumbangkan Felix Victor Ibelle lewat nomor gaya dada 50 meter putra.Pada hari terakhir, tim renang Indonesia mengikuti semua nomor yang dipertandingkan, tetapi hanya dua nomor tersebut yang berujung podium.Farrel dan Felix sebelumnya tampil meyakinkan pada babak kualifikasi. Keduanya menjadi perenang tercepat di nomor masing-masing pada sesi pagi. Namun, hasil final belum mampu membawa keduanya ke posisi teratas.Baca juga: Kata Erick Thohir Soal Nilai Bonus Peraih Perak dan Perunggu SEA Games 2025Farrel masuk final gaya punggung 200 meter putra dengan catatan waktu 2 menit 5,52 detik.Pada final, ia memperbaiki waktu menjadi 2 menit 1,63 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi kedua, terpaut 1,01 detik dari perenang Singapura, Zheng Wen Quah, peraih emas.Medali perunggu diraih atlet tuan rumah Thailand, Tonnam Kanteemool, dengan waktu 2 menit 2,89 detik. Wakil Indonesia lain, Jason Donovan Yusuf, finis di urutan kedelapan.Di nomor gaya dada 50 meter putra, Felix mencatat waktu 28,02 detik pada final dan finis ketiga. Ilustrasi lomba renang.Baca juga: Alwi Farhan Ungkap Kunci Sabet Dua Emas di SEA Games 2025Emas diraih Chun Ho Chan dari Singapura dengan 27,68 detik, sedangkan perak menjadi milik Andrew Zheng Yen Goh dari Malaysia. Muhammad Dwiky Raharjo, wakil Indonesia lainnya, menempati posisi ketujuh.Pada nomor lain, tim renang Indonesia belum mampu menembus podium. Estafet gaya ganti 4x100 meter putri finis kelima.Beberapa perenang Indonesia juga mencatatkan posisi tengah hingga bawah di nomor gaya bebas, gaya kupu-kupu, dan jarak jauh.Secara keseluruhan, tim renang Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 dengan raihan tiga medali emas, tiga perak, dan lima perunggu.Capaian tersebut diraih sepanjang enam hari penyelenggaraan cabang renang di Bangkok.Hasil ini melampaui perolehan medali SEA Games 2023 Kamboja, saat tim renang Indonesia membawa pulang tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 00:36