- Ribuan penduduk di kawasan perbatasan Thailand–Kamboja terpaksa dievakuasi pada Senin setelah konflik Thailand dan Kamboja kembali meletus.Bentrokan baru antar kedua negara tersebut pecah dan menewaskan sedikitnya lima orang.Kedua negara saling melempar tuduhan sebagai pemicu kekerasan, yang kini disebut sebagai konfrontasi paling serius sejak kesepakatan gencatan senjata diteken pada Juli yang lalu.Menurut laporan BBC, Senin , Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan, Bangkok tidak pernah menginginkan konflik, namun tetap akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan kedaulatan.Di sisi lain, mantan pemimpin Kamboja Hun Sen menuding Thailand sebagai “penjajah” yang memicu serangan balasan.Sejak Mei 2025, ketegangan yang meningkat di sepanjang garis perbatasan telah menyebabkan lebih dari 40 korban jiwa, disertai pembatasan perjalanan dan larangan impor.Baca juga: KBRI Phnom Penh Imbau WNI Waspada Terkait Ketegangan Kamboja dan ThailandBentrokan terbaru terjadi setelah militer Thailand menyatakan pasukannya membalas tembakan dari wilayah Kamboja di Provinsi Ubon Ratchathani,.Sementara Phnom Penh bersikukuh bahwa serangan pertama justru datang dari Thailand di Provinsi Preah Vihear.Setidaknya satu tentara Thailand serta empat warga sipil Kamboja tewas, dan belasan lainnya terluka.Namun di balik rentetan serangan, kekhawatiran lain muncul dari warga sipil.Guru asal Thailand, Siksaka Pongsuwan, menyebut anak-anak yang tinggal di perbatasan sebagai korban tersembunyi yang harus menanggung hilangnya kesempatan belajar dan masa kecil yang terganggu oleh suara tembakan.Baca juga: Kembali Panas, Jet Thailand Bom Posisi Militer Kamboja, Ada Apa?STR/AFP via DW INDONESIA Kedua negara, Thailand dan Kamboja, saling menyalahkan atas pecahnya kembali pertempuran di sepanjang perbatasan mereka.Kementerian Pendidikan Thailand memerintahkan penutupan hampir 650 sekolah di lima provinsi karena kondisi keamanan yang memburuk sejak akhir pekan.Rekaman di media sosial turut memperlihatkan kepanikan di sekolah-sekolah Kamboja ketika orang tua bergegas menjemput anak mereka.Gangguan pendidikan ini bukan yang pertama. Pada Juli lalu, ujian sekolah terpaksa dihentikan ketika pertempuran sengit antara kedua negara berlangsung selama lima hari.
(prf/ega)
Konflik Thailand dan Kamboja Kembali Pecah, Ribuan Warga Mengungsi, Anak-anak Ikut Terdampak
2026-01-12 17:29:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:36
| 2026-01-12 17:05
| 2026-01-12 16:38
| 2026-01-12 15:26










































