Waspada Badai Siklon, Jangan Jatuh di Lubang yang Sama

2026-01-14 15:43:56
Waspada Badai Siklon, Jangan Jatuh di Lubang yang Sama
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan tegas terkait perkembangan bibit siklon tropis 91S yang mulai terbentuk di Samudera Hindia, di sebelah barat Lampung.Kemunculan bibit siklon ini dinilai dapat memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera.Peringatan tersebut dirilis setelah pemantauan terbaru menunjukkan adanya penguatan pola atmosfer yang berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan.Ahli Klimatologi dan Perubahan Iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, angkat bicara menyikapi rangkaian bencana banjir bandang dan badai siklon yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air.Baca juga: Siklon Tropis Senyar Bukan Satu-satunya Biang Keladi Banjir SumateraIa menilai, tanpa perubahan strategi mitigasi dan pengelolaan lingkungan yang lebih serius, Indonesia berpotensi “jatuh di lubang yang sama” setiap tahun.Menurut Erma, fase tanggap darurat yang berkepanjangan di banyak wilayah merupakan tanda bahwa tragedi utama telah memantik krisis lanjutan, mulai dari keterbatasan akses pangan hingga ancaman kesehatan masyarakat.“Saya khawatir tragedi ini akan melahirkan tragedi-tragedi berikutnya. Indikasinya sudah terlihat, mulai dari kelaparan hingga kondisi psikososial warga yang kian melemah,” kata Erma, kepada Kompas.com, Selasa .Erma menegaskan, pada kondisi bencana sebelumnya di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sejumlah lokasi terdampak banjir bandang tidak lagi layak dihuni.Tingginya sedimentasi lumpur akibat penanganan yang lamban berdampak pada perubahan morfologi sungai, hingga hilangnya daya dukung lingkungan membuat rekonstruksi di titik semula hampir mustahil dilakukan.“Kalau daerah itu memang sudah sulit dipulihkan, maka relokasi harus menjadi opsi yang serius,” tegas dia.Baca juga: Pelajaran Mahal dari Siklon Tropis: Mitigasi Bencana Harus DiperkuatBRIN, menurut Erma, telah melakukan kajian di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesangan, salah satu wilayah terdampak paling parah.Hasil pengukuran menunjukkan penurunan tutupan hutan mencapai 30 persen pada periode 2006–2015 di kawasan hulu.Angka itu muncul jauh sebelum bencana besar 2025 terjadi.“Kalau diasumsikan tren itu linier, maka penurunan tutupan hutan pada 2025 mungkin sudah menyentuh 60 persen. Pada 2015 saja, ketika banjir bandang sudah mulai terjadi, hutan di hulu sudah berkurang 30 persen,” kata Erma.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-14 15:44