Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off Global

2026-01-12 02:45:59
Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off Global
-CEO Binance Richard Teng menilai anjloknya harga Bitcoin dalam sebulan terakhir berkaitan dengan langkah investor mengurangi kepemilikan aset kripto dan menghindari risiko.Ia menyebut pola ini serupa dengan pergerakan di banyak kelas aset global.Bitcoin jatuh 21,2 persen sepanjang November. Penurunan dalam tiga bulan terakhir melebar menjadi 23,2 persen.Nilai Bitcoin kini jauh di bawah puncak awal Oktober ketika sempat menembus 126.000 dollar AS atau sekitar Rp2,1 miliar.Baca juga: Harga Bitcoin Sentuh Titik Terendah Selama 6 Bulan Beruntun, Investor Kripto Harus WaspadaPeluang Bitcoin menutup tahun di bawah 90.000 dollar AS atau sekitar Rp1,5 miliar semakin besar.“Seperti halnya kelas aset lainnya, selalu ada siklus dan volatilitas yang berbeda. Apa yang Anda lihat tidak hanya terjadi pada harga kripto,” kata Teng dalam diskusi panel media di Sydney, Jumat .Ia menilai pasar sedang berada dalam fase risk-off. Investor menutup leverage dan mengurangi posisi berisiko seiring koreksi besar yang juga melanda pasar global.Pasar saham dunia tertekan dalam sepekan terakhir. Kekhawatiran soal gelembung valuasi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan memicu aksi jual. Pendapatan Nvidia yang lebih baik dari ekspektasi belum cukup menenangkan investor.Meski harga turun, Teng mengingatkan nilai Bitcoin masih lebih dari dua kali lipat posisinya pada 2024. Lonjakan tersebut terjadi setelah lembaga keuangan besar seperti BlackRock merilis produk investasi berbasis aset kripto.“Selama 1,5 tahun terakhir, sektor kripto telah berkinerja sangat, sangat baik, jadi tidak mengherankan jika orang-orang mengambil untung,” ujarnya.“Konsolidasi apa pun sebenarnya sehat bagi industri ini, agar industri dapat beristirahat dan menemukan pijakannya,” sambung Teng.Baca juga: Awas! Bitcoin Sentuh Level Terendah 7 Bulan, Peluang Rebound atau Jatuh Lebih Dalam?Teng menolak menjawab ketika ditanya soal kemungkinan kembalinya pendiri Binance, Changpeng Zhao, setelah ia menerima pengampunan dari Presiden AS Donald Trump pada Oktober.Zhao, warga negara Kanada kelahiran China, membayar denda 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 836 miliar dan menjalani hampir empat bulan penjara tahun lalu setelah mengaku bersalah melanggar aturan pencucian uang di AS. Teng menggantikannya sebagai CEO pada 2023.


(prf/ega)