JAKARTA, – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu . Pada hari pertama perdagangan, saham bank digital ini langsung menyentuh auto reject atas (ARA).Saham SUPA ditutup menguat 24,41 persen atau naik 155 poin ke level Rp 790 per saham, dibandingkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 635 per saham.Sejak awal sesi perdagangan, saham SUPA langsung dibuka di level tersebut dan bergerak di zona hijau sepanjang hari.Baca juga: Hari Pertama IPO, Superbank (SUPA) Ungkap Cara Menjaga Kinerja Usai Euforia PasarTingginya minat investor tercermin dari aktivitas transaksi yang ramai. Frekuensi perdagangan saham SUPA mencapai 19.839 kali, dengan volume sekitar 1,57 miliar saham. Adapun nilai transaksi menembus sekitar Rp 1,06 triliun.Kinerja impresif di hari pencatatan ini sejalan dengan tingginya antusiasme investor saat masa penawaran umum. IPO Superbank tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 318,69 kali, dengan jumlah permintaan mencapai lebih dari 1 juta order.Capaian tersebut menjadikan SUPA sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital di Indonesia pada 2025.CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai tingginya tingkat oversubscription mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank.Baca juga: Usai IPO, Superbank (SUPA) Bidik Pertumbuhan Agresif Lewat Ekosistem Grab dan OVO“IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali dan permintaan investor lebih dari 1 juta order. Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank,” ujar Bernadus dalam keterangan pers, Selasa .Ia menambahkan, permintaan investor yang kuat diharapkan berdampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham SUPA setelah pencatatan, sekaligus menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.Dalam IPO tersebut, Superbank menetapkan harga saham di level Rp 635 per saham, berada di tengah kisaran harga penawaran awal Rp 525–Rp 695 per saham.Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Indonesia, Oki Ramadhana, menjelaskan penetapan harga dilakukan sepenuhnya melalui mekanisme pasar.Baca juga: Lebih Dari Dua Dekade Melantai di Bursa Efek Indonesia, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali“Dalam proses bookbuilding, penjamin emisi melihat minat investor di berbagai level harga. Dari situ terlihat di mana permintaan paling kuat, dan harga akhirnya ditetapkan mendekati titik keseimbangan tersebut,” ujar Oki saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa .Dari sisi fundamental, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai respons positif pasar terhadap saham SUPA didorong oleh kombinasi valuasi, kinerja keuangan, serta kekuatan ekosistem pemegang saham strategis.Menurut Indy, price to book value (PBV) SUPA berada di kisaran 3 kali hingga 4 kali, sejalan dengan rata-rata saham bank digital lain yang diperdagangkan pada level premium.Secara fundamental, SUPA mencatat pertumbuhan pendapatan bunga yang agresif seiring ekspansi kredit, dengan dukungan rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) dan net interest margin (NIM) yang relatif tinggi.Baca juga: Daftar PO Bus yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(prf/ega)
IPO Superbank Disambut Antusias, Saham SUPA Naik 24,41 Persen
2026-01-13 06:58:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:38
| 2026-01-13 06:12
| 2026-01-13 04:55
| 2026-01-13 04:42
| 2026-01-13 04:37










































