Menanti Gebrakan Prabowo Selesaikan Polemik Whoosh

2026-02-05 17:44:23
Menanti Gebrakan Prabowo Selesaikan Polemik Whoosh
Polemik soal Whoosh tampaknya akan segera mencapai ujungnya. Hal ini ditengarai Presiden Prabowo yang pasang badan untuk menyelesaikan masalah megaproyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tersebut.Ditemui oleh awak media dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang pada Selasa siang, ia terang-terangan meminta kepada seluruh pihak tidak meributkan Whoosh lagi."Kemudian tak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ujar Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa ."Whoosh itu, semua public transport di seluruh dunia, jangan dihitung untung, untung, rugi, rugi. Hitung manfaat nggak untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation. Ada yang menyarankan, tadi disampaikan oleh Menteri Perhubungan, semua kereta api kita pemerintah subsidi 60 persen," lanjut Prabowo.Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga meminta beberapa pihak untuk tidak memasukkan diskusi soal Whoosh ke ranah politik. Menurutnya, hal tersebut justru akan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan jika bersama rakyat, pemerintah sanggup menyelesaikan masalah Whoosh."Jadi jangan khawatir. Saya sudah sampaikan semua, saya sudah pelajari masalahnya. Indonesia sanggup dan itu wajar semuanya itu. Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang," ujarnya.Sebelumnya Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut jika Whoosh terbukti dapat berjalan mandiri. Ia menyebut jika biaya operasionalnya sudah dapat ditutup sendiri dengan total pelayanan kepada lebih dari 12 juta penumpang."Lepas dari pro dan kontra yang terjadi, faktanya Whoosh kini sudah mampu menutup biaya operasionalnya sendiri dan melayani lebih dari 12 juta penumpang sejak beroperasi pada Oktober 2023 sampai Februari 2025 dan memberi dampak ekonomi yang besar bagi wilayah yang dilintasinya," ujar Luhut dikutip dari detikFinance, Selasa .Lalu seberapa besar efek campur tangan Presiden dalam polemik Whoosh ini? Ikuti diskusinya bersama pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, dalam Editorial Review.Menuju ke bagian selatan Yogyakarta, detikSore akan menuju makam raja-raja di Imogiri. Seperti diketahui, Paku Buwono XIII yang beberapa waktu lalu meninggal akan dimakamkan di sana. Apa saja yang tengah dipersiapkan di kompleks makam raja-raja tersebut jelang pemakaman Raja Solo itu esok? Ikuti laporan jurnalis detikcom langsung dari lokasi.Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan menghadirkan aktivitas antistres, yaitu merajut. Ternyata, aktivitas yang sering diidentikkan dengan aktivitas lansia ini mulai banyak digemari oleh para pemuda, khususnya Gen Z. Tidak hanya sebagai hobi biasa, baru-baru ini, merajut bahkan dapat menjadi aktivitas yang menghasilkan. Lalu, bagaimana hobi ini dapat menjadi bisnis yang menguntungkan? Temukan jawabannya bersama Clarissa dalam Sunsetalk.Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia."Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 16:05