Timnas U-17 Indonesia Takluk 1-3 dari Zambia, Penalti Dibatalkan Wasit

2026-02-02 13:33:08
Timnas U-17 Indonesia Takluk 1-3 dari Zambia, Penalti Dibatalkan Wasit
- Garuda Asia harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 dalam laga uji coba. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal, namun kesalahan di lini belakang membuat Indonesia gagal mempertahankan keunggulan.Awalnya, Fabio Azkairawan tertinggal dalam duel lari dengan Kelvin Chipelu yang kemudian mengirimkan umpan matang ke depan gawang. Bola tersebut berhasil disambut oleh Abel Nyirongo dan mengubah kedudukan.Dua menit berselang, Abel kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan jarak jauh yang menembus gawang Indonesia. Gol itu membuat Zambia berbalik unggul 2-1.Pertahanan Indonesia semakin goyah, hingga Lukonde Mwale memperlebar keunggulan Zambia menjadi 3-1 di menit ke-42. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.Baca juga: Timnas Indonesia U17 Vs Zambia: Garuda Asia Punya Kemampuan untuk Ukir SejarahMemasuki babak kedua, pelatih Nova Arianto melakukan perubahan taktik dengan menarik Zahaby Gholy dan Fabio Azkairawan, digantikan oleh Dimas Adi dan Muhammad Algazani.Perubahan ini sempat meningkatkan intensitas serangan Indonesia, meski Zambia tetap mendominasi penguasaan bola.Peluang emas sempat didapat Mierza Firjatullah di menit ke-56 setelah memenangkan duel dengan bek Zambia.Namun, tembakannya berhasil ditepis kiper lawan dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.Nova menegaskan bahwa di ruang ganti, ia menekankan pentingnya keberanian bagi para pemain.“Di ruang ganti saya sampaikan, kalau kalian para pemain takut di lapangan, takut untuk benturan, takut dalam menguasai bola, ya situasinya kita akan selalu ditekan,” ujar Nova, dikutip Antara, . Terkait strategi permainan, ia menyebut sudah mengantisipasi kecepatan pemain sayap Zambia.“Memang ada sedikit kelengahan tetapi saya kira wajar karena sekarang ini levelnya Piala Dunia. Dan apabila kita buat salah di suatu momen, ya itu menjadi gol bagi lawan,” lanjutnya.Baca juga: Kata Nova Arianto dan I Putu Panji Soal Target Timnas Indonesia U17 di Piala Dunia 2025Drama terjadi di menit ke-61. Indonesia sempat mendapat hadiah penalti usai Evandra Florasta dilanggar di kotak penalti.Namun, wasit membatalkan keputusan tersebut setelah melakukan video review dan justru memberi kartu kuning kepada Evandra karena dianggap melakukan diving.Stamina yang mulai menurun membuat tempo permainan Garuda Asia melambat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 11:52