Monumen Suku Maya yang Dibangun 3.000 Tahun Lalu Simpan Banyak Rahasia, Salah Satunya Peta Semesta

2026-01-12 03:40:53
Monumen Suku Maya yang Dibangun 3.000 Tahun Lalu Simpan Banyak Rahasia, Salah Satunya Peta Semesta
- Sebuah kompleks monumen yang dibangun oleh peradaban Maya sekitar 3.000 tahun lalu di Meksiko ternyata tidak hanya merupakan struktur fisik raksasa, tetapi juga model dari peta kosmos itu sendiri.Studi lapangan terbaru yang terbit di jurnal Science Advances mengungkap bahwa situs Aguada Fénix dirancang sebagai cosmogram, atau arsitektur yang menyimbolkan tatanan alam semesta.Baca juga: Bagaimana Kalender Kuno Suku Maya Mampu Memprediksi Gerhana?Selain itu, ilmuwan menemukan bahwa monumen raksasa ini sangat revolusioner karena tidak ada tanda-tanda ketidaksearaan sosial, seperti kediaman elit atau patung penguasa.Ahli meyakini bahwa budaya suku maya saat itu egaliter, tanpa hierarki sosial yang terstratifikasi dan diperintah oleh seorang raja.Justru, ahli menyimpulkan bahwa monumen ini dibangun dengan kerja sama masyarakat tanpa pemaksaan.Monumen Terbesar Maya yang Berbentuk SalibSitus Aguada Fénix ditemukan melalui survei teknologi LIDAR di Negara Bagian Tabasco, Meksiko, dekat Teluk Meksiko sangat menarik karena sejumlah alasan.Pertama, ukurannya yang sangat besar. Awalnya situs ini diperkirakan panjangnya 1,4 kilometer, menjadikannya situs Maya terbesar yang pernah ditemukan.Namun, operasi LIDAR dan penggalian tambahan oleh tim arkeolog pimpinan Takeshi Inomata dari University of Arizona mengungkap skala yang jauh lebih luas dan kompleks.Kompleks yang diperkirakan dibangun pada 1050-700 SM ini disusun dalam bentuk salib dengan sumbu berukuran 9 dan 7,5 kilometer.Kedua, situs ini tidak tersembunyi di hutan, seperti halnya banyak struktur Mesoamerika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan yang hilang, melainkan berada di bawah area berpenduduk.Baca juga: Studi Sebut Sistem Perairan Suku Maya Kuno Dapat Mengatasi Krisis AirSelain itu, terdapat kekurangan bukti adanya hierarki sosial yang telah disebutkan sebelumnya.Para peneliti meyakini bahwa pembangunan monumen skala besar ini dimotivasi oleh nilai-nilai kolektif, bukan paksaan dari penguasa."Seiring dengan daya tarik upacara kolektif, perjamuan, dan pertukaran barang, pembangunan sebuah cosmogram, yang mewujudkan tatanan Alam Semesta, kemungkinan besar memberikan alasan bagi sejumlah besar orang untuk berpartisipasi tanpa kekuatan koersif," tulis para peneliti dalam makalah mereka.Temuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa peradaban Maya kuno mampu berorganisasi besar tanpa hierarki sosial yang kaku.


(prf/ega)