JAKARTA, – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyatakan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Woosh kini menjadi tanggung jawab BPI Danantara.“Kami sudah koordinasi dengan Danantara, sebagai holding dari KAI,” kata Bobby usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin .Bobby tidak menjelaskan detail koordinasi KAI dengan Danantara, tapi menegaskan persoalan tersebut tengah dibahas antara Danantara dan pemerintah.“Lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah juga tentunya,” ujarnya.Baca juga: FILONOMICS: Utang Whoosh Lunas 2085, Sabar 60 Tahun LagiBobby hadir di Istana bersamaan dengan mantan Direktur KAI periode 2009–2014 Ignasius Jonan dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).AHY membenarkan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo turut membahas polemik utang proyek Whoosh.“Kita pastikan, tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta–Bandung, tentu negara, pemerintah akan hadir,” kata AHY.Proyek KCJB membebani keuangan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang tergabung dalam konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).Baca juga: Menakar Konsekuensi jika Gagal Bayar Utang WhooshSejak dimulai pada 2016, biaya proyek tersebut mengalami pembengkakan atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,02 triliun.Hasil audit gabungan Indonesia dan China mencatat total pembengkakan mencapai 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp 108,14 triliun.
(prf/ega)
Utang Kereta Cepat Diserahkan ke Danantara, KAI Tunggu Keputusan Pemerintah
2026-01-11 04:13:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 03:17
| 2026-01-11 01:41
| 2026-01-11 01:34










































