TVRI Resmi Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026 di Indonesia

2026-02-02 02:01:52
TVRI Resmi Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026 di Indonesia
- Tahun 2026 bakal  semarak bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia. Sebab, turnamen antarnegara paling bergengsi, Piala Dunia, akan kembali hadir pada tahun depan.Sebagai negara penggila si kulit bundar, Indonesia pun tak ingin ketinggalan menjadi saksi sejarah.Kendati Timnas Indonesia belum berhasil lolos ke putaran final, masyarakat Indonesia tetap bisa menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026 dari rumah masing-masing.Pemerintah melalui Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) resmi menghadirkan siaran Piala Dunia 2026 melalui layar kaca secara free to air (FTA).Peresmian pemegang hak siar ini diumumkan oleh Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, didampingi Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, melalui konferensi pers di Gedung GPO LPP TVRI, Jakarta, Senin ."Proses untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 oleh TVRI tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang. Seluruh persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen TVRI dalam menjalankan fungsi layanan publik," ujar Iman.Baca juga: Piala Afrika 2025: Tiga Negara Kunci Tempat di Babak 16 Besar"Masyarakat bisa mengakses siaran Piala Dunia melalui platform FTA atau teresterial dengan menggunakan antena biasa. Namun, untuk platform lain atau OTT (over the top) akan bergantung dengan kebijakan operator pihak ketiga," jelasnya.Nantinya, TVRI akan menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara utuh baik live, delay, maupun re-run selama 39 hari mulai dari fase grup hingga final dengan total 104 pertandingan pada 11 Juni-19 Juli 2026.Piala Dunia 2026 akan ditayangkan secara FTA dan back to back (simultan) mulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB.Penayangan ini diharapkan dapat menghadirkan tayangan berkualitas dunia yang inklusif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T)."Piala Dunia 2026 melalui TVRI dihadirkan untuk seluruh rakyat Indonesia dengan akses yang inklusif," tutur Iman.Baca juga: Resmi Jadi Direktur Teknik Ajax, Bagaimana Nasib Jordi Cruyff di PSSI?Menyoal kegiatan nonton bersama (nobar) yang nantinya berpotensi digelar di berbagai daerah, Iman menjamin bahwa kegiatan tersebut bisa dilakukan tanpa dipungut biaya dan akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pihak yang ingin menggelar nobar yang tak memiliki aspek komersial."Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkenan menyelenggarakan nobar di wilayah masing-masing. Izin akan datang ke kami tapi kami tak akan memungut biaya untuk nobar," ucap Iman."Tetapi untuk nobar yang dilakukan hotel atau restoran akan memiliki ketentuan dan persyaratan karena itu ada aspek komersial," jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 00:34